23 September 2018
Home / News / Bisnis / Erizal Muluk bantah isu Bank Riau Kepri akan bangkrut

Erizal Muluk bantah isu Bank Riau Kepri akan bangkrut

Ketua Komisi III DPRD Riau, Erizal Muluk.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Maraknya pemberitaan di media massa, terutama media online yang menyebut bahwa Bank Pembangunan Daerah Provinsi Riau, yakni Bank Riau Kepri (BRK) akan bangkrut karena kinerja yang buruk, dibantah oleh Ketua Komisi III DPRD Riau, Erizal Muluk.

Wakil rakyat asal Partai Golkar ini bahkan mengklaim BRK dalam kondisi sehat, dan mengimbau masyarakat yang menjadi nasabah tak berlu khawatir.



“Nasabah BRK dan masyarakat tidak perlu khawatir akan isu tersebut. Kita juga sudah melakukan rapat dengar pendapat bersama OJK (otoritas jasa keuangan) mengatakan BRK dalam kondisi sehat,” sebut Erizal di Pekanbaru, Senin (9/4/2018), yang dilansir laman Antara.

Dikatakannya, berdasarkan informasi yang disampaikan OJK sebagai pengawas perbankan, kemajuan BRK dilihat dari modal dan laba yang berkembang baik setiap tahunnya.

Baca: Rohul akan kembali tempatkan kas di Bank Riau Kepri

Mantan Wakil Wali Kota Pekanbaru ini juga mengatakan seluruh pemegang saham BRK tidak menyampaikan kegelisahannya, termasuk Pemprov Riau sebagai salah satu pemegang saham pengendali, yakni sebesar 39 persen.

“Kalau kondisinya seperti yang disebutkan (akan bangkrut) tentulah para pemegang saham sudah melakukan RUPS. Sejauh ini tidak hal yang menganggu kinerja BRK,” klaimnya.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Komisi III Suhardiman Amby menilai BRK harus segera dibenahi mengingat potensi kebangkrutan keuangan BRK sangat besar dalam dua tahun.

Baca: inerja seperti bank mau tutup, Dirut Bank Riaukepri diminta berhenti buat pencitraan

Untuk itu Suhardiman Ambi berencana akan membuat Panitia Khusus (Pansus) BRK dalam waktu dekat ini.

”Kita akan galang dukungan dari teman-teman di DPRD Riau untuk membuat Pansus BRK,” kata Suhardiman Ambi, Senin (26/3/2018) ditemui di DPRD Riau.

Suhardiman berpendapat BRK adalah aset penting milik Pemprov Riau, telah banyak uang rakyat yang diinvestasikan ke BRK. Keberadaan BRK harusnya mampu memberikan benefid untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Riau, namun hal itu tidak sesuai dengan harapan.

Keuntungan BRK tergolong kecil tiap tahunnya. Pada tahun 2016 dividen yang dibagikan BRK hanya Rp37 miliar jauh dari target Rp136 miliar, hal ini tidak sebanding dengan modal yang disetorkan oleh Pemprov Riau yang nilainya mencapai ratusan miliar.***

Baca: Hanya andalkan bunga deposito, Bank Riaukepri akan kolaps dua tahun lagi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: