23 September 2018
Home / Spesial Riau / Bengkalis / Dua WNA Cina diciduk saat jualan es krim di Bengkalis

Dua WNA Cina diciduk saat jualan es krim di Bengkalis

Pihak Imigrasi Bengkalis memperlihatkan barang bukti yang disita dari dua WNA Cina yang berjualan tanpa izin di kabupaten tersebut. (Kredit: Antara)

Bengkalis (RiauNews.com) – Tanpa dilengkapi dokumen keimigrasian yang lengkap untuk bekerja di Indonesia, dua warga negara asing (WNA) asal Cina ditangkap pihak Imigrasi Bengkalis, Provinsi Riau, Selasa (20/3/2018).

Kepala Kantor Imigrasi Bengkalis, Toto Suryanto menyebutkan, kedua orang tersebut, masing-masing berinisial ZS (52) dan ZY (27), merupakan ayah dan anak, hanya memiliki izin kunjungan dan izin tinggal terbatas (Itas).



“Informasi berawal dari masyarakat sejak 4 Februari kemudian langsung dilakukan penyelidikan,” kata Toto, Rabu (21/3).

Dia mengatakan, dua warga asing ini dicurigai karena ketika melayani pembeli es krim menggunakan kode dan bahasa isyarat dan tidak menggunakan Bahasa Indonesia selama sebulan berjualan.

Dijelaskan Toto, ZY memang bekerja di Indonesia, namun hanya Itas, sementara orang tuanya ZS hanya memiliki izin kunjungan.

“Untuk ZS, melakukan kegiatan jual beli dan hal tersebut tidak termasuk dalam izin kunjungan, oleh karena itu diduga melakukan pelanggaran pidana keimigrasian,” katanya.

Meski ZY memiliki izin bekerja di Indonesia, namun dia memberikan kesempatan kepada orang tuanya sendiri untuk melakukan pidana keimigrasian.

“Dengan dugaan pelanggaran itu, kedua tersangka diancam dengan hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp500 juta. Sedangkan untuk penahanan diserahkan sepenuhnya ke penyidik, bisa kemungkinan ditahan dan kemungkinan juga tidak,” katanya.

Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti milik kedua tersangka diantaranya, dua buku paspor, bungkusan es krim buatan Indonesia, kalkulator, dan uang berjumlah Rp700 ribu hasil menjual es krim.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: