Sab 22 Muharram 1441 H, 21 September 2019
Home / Spesial Riau / Asap menjadi-jadi di Riau akibat penegakkan hukum lemah, Dewan usul bentuk panja Karhutla

Asap menjadi-jadi di Riau akibat penegakkan hukum lemah, Dewan usul bentuk panja Karhutla

Kondisi Jalan Sudirman Pekanbaru, pukul 12.30 wib, Jumat (13/09/2019). (Foto: Edi Gustien/Riaunews.com)

PEKANBARU (RiauNews.com)-Lemahnya penegakkan hukum bagi perusahaan yang lahannya terbakar menjadi sorotan anggota DPRD Riau Ade Hartati Rahmat.

Menurut Ade berlarut-larutnya persoalan asap di Riau salah satunya tidak ada tindakan tegas terutama bagi perusahaan yang lahannya terbakar.



“Makanya saya usulkan DPRD Riau membentuk Panitia Kerja (Panja) Karhutla, agar aparat penegak hukum memberikan tindakan tegas kepada para pelaku pembakar lahan baik itu perusahaan maupun individu pelaku pembakar lahan,” terang Ade yag juga Sekretaris Fraksi PAN DPRD Riau.

Tindakan tegas lanjut politisi perempuan ini perlu ditegakkan agar ada efek jera terhadap pelaku pembakar lahan dan hutan di Riau,” Jika tidak, saya yakin persoalan asap ini akan terus terjadi di Riau.

Dari data riaunews.com ada beberapa perusahaan yang lahannya terbakar seperti PT Sumatera Riang Lestari (SRL) PT RAPP, PT Arara Abadi, PT Adei Plantation & Industri, anak PT Panca Eka Bina Plywood Industri (PEBPI), PT Langgam Inti Hibrido (LIH). Setakat ini dari beberapa perusahaan tersebut Polda Riau baru menetapkan satu tersangka perusahaan pembakar lahan yakni PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS)

Untuk PT LIH yang berlokasi di Kabupaten Pelalawan, sudah berkali-kali lahannya terbakar, pada tahun 2018 lalu, Polres Pelalawan telah menyegel lahan perusahaan PT LIH yang terbakar, namun sejak kasusnya diambil alih oleh Dirkrimsus Polda Riau yang saat itu dijabat Gideon, kasus tersebut di peti-eskan.***

Tien

Komentar
%d blogger menyukai ini: