Sab 22 Muharram 1441 H, 21 September 2019
Home / Nasional / Abraham Samad sebut moralitas dan etika modal penting calon pemimpin di IFLC

Abraham Samad sebut moralitas dan etika modal penting calon pemimpin di IFLC

Mantan Ketua KPK Abraham Samad (kiri) saat menjadi pembicara di IFLC 2018. (Kredit: Istimewa)

Makassar (RiauNews.com) – Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015 Abraham Samad, menyebut moralitas dan etika merupakan modal penting bagi setiap pemimpin muda atau calon pemimpin di masa mendatang untuk membendung diri dari setiap prilaku koruptif.

Hal ini diungkapkannya sewaktu menjadi keynote speaker dalam acara Indonesian Future Leaders Conference (IFLC) 2018 di Balai Sidang Universitas Bosowa, Kamis (1/3/2018).

“Generasi muda calon pemimpin bangsa harus mempersiapkan diri dari sisi mental maupun moral. Dari sisi mental, terkait harus kuatnya pemimpin muda menahan godaan dalam bentuk pemberian gratifikasi, komisi, yang ujung-ujungnya korupsi. Dari sisi moral bagaimana generasi muda wajib memegang agama, keyakinan, dan etika yang selalu mengajarkan kebaikan,” sebut Samad.

Acara ini sendiri dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Dr Syamsu Rizal MI atau akrab disapa “Deng Ical”. Dalam sambutannya, Deng Ical mengaku sudah mengetahui betul organisasi ini.

“IFL tidak pernah menggunakan kemampuan intelektual dan jaringannya untuk mencari hal-hal yang bersifat pragmatis atau yang terukur dalam konteks materi,” kata Deng Ical.

Lanjut kata dia, dengan begitu tentu saja ini menjadi sebuah kebanggan untuk kita semua karena sampai saat ini kita masih mampu menjaganya.

“Itu semua tanggung jawab adik-adik yang telah mendeklarasikan diri sebagai harapan dalam kegiatan Indonesian Future Leaders Conference (IFLC) ini untuk menjaga rasa itu tetap meyala dan berkembang menjadi lebih baik,” tambahnya.

Di sisi lain, Muhammad Iqbal M, selaku Presiden IFL menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan platform untuk terus mengasah kualitas diri, membangun network, dan tentunya menjadi ajang kolaborasi guna mempersiapkan calon pemimpin bangsa yang memiliki integritas yang baik.

“Selain itu, kegiatan ini mengangkat beberapa agenda yang sifatnya Culture dan Tourism. Tentunya kita berharap generasi muda mampu menjaga kearifan lokal yang dimiliki setiap daerah, karena ini merupakan bagian dari Identitas Bangsa Indonesia,” tukas Iqbal.*** (rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: