17 Desember 2018
Home / Spesial Riau / Kota Dumai / ​PT KID buang 5000 ton limbah B3 tanpa izin, ini kata manajemen PT Wilmar

​PT KID buang 5000 ton limbah B3 tanpa izin, ini kata manajemen PT Wilmar

(ilustrasi limbang B3)

Pekanbaru (RiauNews.com) – PT Kawasan Industri Dumai (KID) yang berlokasi di Kota Dumai, Provinsi Riau, diduga kuat telah membuang limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) seperti sisa pembakaran batu bara atau fly ash dan spent bleaching earth bukan pada tempatnya.

Anak perusahaan PT Wilmar Group ini sudah menumpuk limbah B3 ini diareal yang tidak berizin selama 6 tahun dan jumlahnya mencapai 5000 ton.



Menanggapi hal ini Humas PT Wilmar Marwan mengatakan pihaknya akan kooperatif terhadap temuan limbah tersebut ,” Apa yang menjadi temuan Gakkum KLHK Provinsi Riau, kita akan kooperatif,” jelas Marwan melalui pesan Whattshap, Ahad (6/5/18).

Marwan mengatakan untuk tempat pembuangan limbah, pihaknya telah mengajukan izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI,” Saat ini perizinan tersebut dalam proses,” ujarnya.

Lokasi penampungan limbah atau Tempat Penampungan Sementara (TPS) B3 yang menjadi temuan tersebut lanjut Marwan masih berada didalam kawasan PT KID dan jauh dari pemukiman masyarakat. ” Kedepannya lokasi tersebut akan kita jadikan lahan parkir kendaraan seperti truck tangki, truck cargo dan sebagainya, sebelum masuk ke unit bisnis yang ada di KID,” terangnya.

Menurut Marwan perusahaan mulai dari awal berdiri sampai saat ini berkomitmen untuk menjaga lingkungan. “Karena kita tidak mau hanya karena merusak lingkungan operasional perusahaan jadi terganggu dan akibat dari itu akan merugikan semuanya. Dalam hal ini manajemen dan karyawan,” katanya.

Namun apa yang disampaikan Marwan ini bertolak belakang dengan temuan Gakkum BBKSDA Provinsi Riau, karena sudah enam tahun perusahaan yang bergerak diindustri hilir kelapa sawit ini menumpuk limbah B3 dikawasan tanpa izin.

Gakkum BBKSDA Provinsi Riau berjanji membawa temuan tersebut ke ranah pidana karena diduga kuat telah melanggar Pasal berlapis, di antaranya Pasal 98 jo Pasal 102 jo Pasal 103 jo Pasal 104 Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Jika terbukti perusahaan milik Martua Sitorus atau yang memiliki nama asli Thio Seng Hap ini bisa divonid hukuman penjara maksimal tiga tahun penjara dengan denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp3 miliar.***(Tien)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: