Rab 16 Rabiul awal 1441 H, 13 November 2019
Home / Spesial Riau / Rokan Hilir / Kasus SARA di Desa Sedinginan diharapkan jadi pelajaran

Kasus SARA di Desa Sedinginan diharapkan jadi pelajaran

Bagansiapi-api (RiauNews.com) – Kasus hujatan kebencian bernuansa SARA (suku, agama, ras) terhadap suku Melayu yang dilakukan lima orang anak muda yang terjadi di desa Sedinginan Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) di media sosial, diharapkan masyarakat menjadi pelajaran dan tidak terulang di daerah-daerah lainnya di Provinsi Riau.

Berdasarkan keterangan salah seorang pemuda desa Sedinginan Hendra Eka Saputra, menjelaskan bahwa kasus ini bermula saat anak-anak di bawah umur berjumlah lima orang menulis status di akun Facebook pada Selasa (11/6) lalu, menantang suku Melayu dan merasa berkuasa di daerah tersebut.



“Awalnya anak-anak itu menantang suku melayu melalui akun facebook, jadi banyak netizen yang tidak terima dan komen,” kata Hendra, Sabtu (15/6/2019).

Hendra menambahkan, terkait kasus itu, banyak masyarakat terutama suku Melayu yang tidak suka dan merasa dilecehkan atas status tersebut, dan terjadilah perang komentar sehingga banyak yang mengunggah status orang Melayu harus bertindak dan seruan lainnya untuk melawan.

Agar situasi tidak semakin panas, Hendra menjelaskan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh pemuda beserta Polres Kecamatan Tanah Putih, yang kemudian diselidiki apa motif bernuansa SARA tersebut.

“Pemuda beserta Mapolres Kecamatan Tanah Putih bertindak cepat, lima anak itu segera diamankan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Hendra yang juga selaku ketua umum Ikatan Keluarga Mahasiswa Riau Surabaya.

Berdasarkan kejadian itu, Hendra serta pemuda desa Sedinginan berharap agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di daerah manapun. Menurut Hendra, kasus ini hanya akan menyebabkan perpecahan antar suku.

Hendra juga turut mengimbau kepada seluruh generasi muda untuk bijak bersosial media dan juga saling menghormati dan menghargai antar suku sehingga terciptalah lingkungan yang damai dan aman.

“Bijaklah bersosial media, mari sama-sama merajut hubungan yang baik, jangan sampai ada perpecahan antar suku, saling mencintai perbedaan,” tutupnya.***

Komentar