Sat 17 Rabi Al Thani 1441 H, 14 December 2019
Home / Spesial Riau / PUPR sebut mereka sudah minta PPTK perbaiki turap Masjid Raya Riau

PUPR sebut mereka sudah minta PPTK perbaiki turap Masjid Raya Riau

Turap Masjid Raya Riau yang baru saja dibangun meliuk seperti ular dan rawan roboh. (Foto: Riau24)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruangan (PUPR) provinsi Riau, Dadang Purwanto mengakui kalau dirinya sudah minta pada PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) pembangunan Masjid Raya Provinsi Riau jalan Palas Arengka II untuk memperbaiki pembangunan turap yang kondisinya bengkok.



Malah perintah perbaikan tersebut jauh sebelum adanya anggota DPRD Riau yang dipimpin Wakil Ketua, Asri Auzar melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) terhadap kegiatan tersebut.

“Sudah, sudah kita sampaikan pada PPTK nya, pak Jul harus diperbaiki. Malah jauh sebelum pak Asri Sidak sudah kita sampaikan, harus diperbaiki,” katanya, Rabu (5/12/2019) saat lawatannya di DPRD Riau.

Diakui juga oleh Dadang, pada saat dilakukan Sidak oleh anggota dewan terhadap kegiatan tersebut, dirinya tidak ada di lokasi karena sedang dinas luar ke Jakarta. Tapi dirinya sudah minta untuk diperbaiki dan PPTK sudah menyanggupi untuk dilakukan oerbaikan.

“Sudah kita minta dan disanggupi kontraktor. Jadi kita awasi saja nanti apakah diperbaiki atau tidak,” tambahnya sembari meminta.

Sementara itu saat dikonfirmasi lagi mengenai berapa panjang dari turap yang bermasalah tersebut, Dadang mengakui dirinya tidak mengetahui secara persis. Karena menurutnya, dirinya tidak merupakan pejabat pembuat komitmennya. Begitu juga pihaknya tidak ikut dalam penandatanganan kontrak dan pencairan.

“Jadi tanya langsung aja pada pak Jul,” katanya lagi meminta.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar bersama Komisi IV ketika melakukan sidak ke masjid yang berada di Jalan Palas sekitar Jembatan Siak II Pekanbaru, Kamis (28/11/2019) lalu menemukan kenyataan bahwa pembangunan turap dilaksanakan seperti asal-asalan.

Asri mengatakan, pembangunan turap yang tingginya sama dengan dinding rumah warga itu terlihat dibangun asal-asalan, tidak lurus, bengkok dan terlihat ada patahan.

“Turap ini bisa dilihat dibangun acak-acakan, tidak memenuhi standar bangunan. Sebelah sini hampir roboh, sebelah sini kayak cacing. Seperti ular dua-duanya. Bahkan turap di sampingnya yang dibangun masyarakat kenapa bisa rapi?” protes Asri Auzar sambil menunjuk dua sisi turap di pintu masuk Masjid Raya yang dibangun tahun 2017 tersebut.***

Komentar