23 Oktober 2018
Home / Spesial Riau / Pencegahan Karhutbunla Melalui Program DMPA

Pencegahan Karhutbunla Melalui Program DMPA

Pencanangan program Desa Makmur Peduli Api yang dilakukan Sinar Mas Grup. (Kredit: Istimewa)

Pekanbaru (RiauNews.com)- Sinar Mas Agribusiness and Food melalui unit usahanya PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP) menggandeng lima desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau dalam program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) sebagai bagian upaya perusahaan untuk melakukan pencegahan Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunla).



Upaya tersebut mendapat dukungan yang positif yang tertuang dalam komitmen bersama dalam mencegah Karhutbunla yang ditandatangani oleh Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) dari Kecamantan Enok, Kecamatan Keritang, Kecamatan Kempas, Kepala Desa dari lima desa DMPA yaitu Desa Suhada, Desa Sungai Rukam, Desa Nusantara Jaya, Desa Lintas Utara dan Desa Karya Tani serta perwakilan manajemen Sinar Mas Agribusiness and Food dan unit usahanya pada Rabu (11/4/2018) di Perkebunan Bumi Palma Lestari Persada.

Baca: Dibantu heli Sinar Mas, BPBD Dumai padamkan karhutla

“Pencegahan kebakaran hutan, kebun, dan lahan dapat dilakukan dengan maksimal dengan adanya sinergi dari pemerintah, perusahaan dan masyarkat setempat. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama yang bila dilakukan secara kolaboratif akan menjauhkan kita semua dari bahaya kebakaran. DMPA menggabungkan tiga elemen penting yaitu pencegahan kebakaran, konservasi dan ketahanan pangan. Diharapkan melalui program ini, potensi titik-titik api dapat ditekan dan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan dapat terus ditingkatkan,” kata CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Riau, Franciscus Costan dalam siaran persnya yang diterima Riaunews.com.

Dijelaskan Franciscus, pelaksanaan program DMPA untuk lima desa tersebut direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun. Pada tahun pertama pendampingan akan berfokus pada pembentukan lembaga Masyarakat Siaga Api (MSA) dan pembuatan peta indikatif batas desa secara partisipatif.

Tahun kedua akan dibentuk kelompok tani dan pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dimana kelompok tani akan mendapatkan pendampingan untuk melaksanakan sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Pada tahun ketiga akan diadakan pendampingan untuk replikasi dari sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan pada lahan masyarakat.

Selain memberikan pendampingan dan pelatihan kepada desa-desa binaan, masih kata Fransciscus, perusahaan juga melakukan penguatan sistem terpadu dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Hal ini dilakukan dengan memiliki tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD) dalam jumlah yang cukup, membangun infrastruktur sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang memadai, memastikan sarana dan prasarana pemadam kebakaran dalam jumlah yang cukup dan dalam kondisi yang baik, serta mengembangkan metode deteksi dan peringatan dini terhadap bahaya kebakaran.

Baca: APP Sinar Mas dukung Pemprov Riau dalam pencegahan Karhutla

“Berkaca dari beberapa proyek percontohan DMPA sebelumnya di Jambi dan Ketapang, kami melihat pentingnya dukungan serta peran aktif dari Masyarakat Siaga Api sebagai garda terdepan dalam proses deteksi dini, pencegahan kebakaran, dan proses sosialisasi pencegahan kebakaran kepada seluruh lapisan masyarakat di desa. Oleh karena itu para relawan akan dibekali dengan pembinaan, pelatihan yang baik serta peralatan penanganan kebakaran tingkat awal yang memadai,” ujar Franciscus.

Para sukarelawan akan dilatih dan didukung dalam melakukan pemantauan titik api secara efektif, serta menyampaikan informasi secara cepat ke tim penanggulangan, baik melalui surat elektronik, pesan pendek (sms), telepon, maupun cara-cara berkomunikasi lainnya. Pemantauan lokasi dan titik-titik api juga dilakukan dengan menggunakan teknologi drone, pesawat tanpa awak, juga sistem monitoring hot spot berbasis satelit yang hasil pengolahan datanya akan diteruskan ke Posko KTD dan Posko MSA di wilayah operasinya.

Dengan bertambahnya lima desa binaan DMPA, kini terdapat 22 desa binaan DMPA Sinar Mas Agribusiness and Food yang berada di Ketapang, Jambi dan Riau, serta segera menyusul di tahun ini beberapa desa di wilayah Seruyan Kalimantan Tengah. “Pada tahun 2019, perusahaan berencana untuk kembali menggandeng lima desa lainnya di wilayah Indragiri Hilir dalam program DMPA,” tutupnya.*** (rls)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: