Sat 17 Rabi Al Thani 1441 H, 14 December 2019
Home / Spesial Riau / Pekan depan Tim Layak Fungsi uji seksi I Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

Pekan depan Tim Layak Fungsi uji seksi I Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Seksi I sudah hampir rampung dan siap untuk diuji Tim Layak Fungsi KemenPUPR.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Tim Layak Fungsi dari Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dijadwalkan pada pekan depan akan turun melakukan pengujian jalan ke seksi I jalan tol Pekanbaru-Dumai.



Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (HK), Muhammad Fauzan, mengatakan paling lambat tim tersebut turun pada 20 Desember 2019, guna melakukan serangkaian tahapan pengujian dari sisi aspek teknis jalan bebas hambatan pertama di Riau tersebut.

“Memang kontruksinya sudah selesai di seksi satu. Minggu depan atau 20 Desember, dilakukan uji layak fungsi,” ucap Fauzan, Rabu (4/12/2019).

Menurut Fauzan, dilakukannya uji layak fungsi jalan seksi satu jalan tol Pekanbaru-Dumai tersebut, tidak hanya sebagai prosedur teknis yang dilakukan Bina Marga Kementerian PUPR.

“Ini juga menandakan hampir rampungnya pekerjaan proyek jalan tol, khususnya di seksi satu,” katanya.

Adapun serangkaian pengujian yang dilakukan adalah aspek teknis jalan tol tersebut. Seperti rambu-rambu, marka jalan, rest area, ketersediaan pelayanan tol, mobil derek dan lain sebagainya.

“Presiksi kita, perbaikannya tak banyak. Biasanya uji layak fungsi itu, kami due dilligence (penilaian). Kalau memang ada kekurangan dikasih waktu. Mudah-mudahan sedikit minorlah,” ujar Fauzan.

Apakah setelah dinyatakan layak fungsi tol seksi satu akan dibuka untuk umum. Menurut Fauzan tergantung Menteri PUPR sebagai decision making (pengambil kebijakan).

Secara umum, ruas lain dari total enam seksi tetap direncanakan tuntas 2020 Maret nanti. Target itu juga menjadi harapan dimulainya pengoperasian penuh jalan tol Pekanbaru-Dumai tersebut.

“Memang masih ada ganti proses ganti rugi di seksi tiga dan empat, yang sedang diselesaikan. Proses ganti rugi lahan bervariasi. Ada sedang tahap final, sesang putusan pengadilan, dan negoisasi.***

Komentar