Senin, 20 Januari 2020
Home / Spesial Riau / Kuantan Singingi / Ratusan hektare lahan di Hutan Lindung Bukit Betabuh Kuansing hangus

Ratusan hektare lahan di Hutan Lindung Bukit Betabuh Kuansing hangus

Hutan Lindung Bukit Betabuh di Kuansing yang sudah berubah menjadi kebun sawit hangus terbakar. (Foto: istimewa)

Telukkuantan (Riaunews.com) – Ratusan hektare lahan di kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau hangus dilalap si jago merah.

“Kita perkirakan luasan yang terbakar ada ratusan hektare,” kata Kapolsek Kuantan Mudik AKP Afrizal SH, Ahad (22/9/2019).



Kawasan hutan lindung Bukit Betabuh berbatasan dengan Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Titik api sendiri di kawasan hutan lindung ada juga yang masuk wilayah Sumbar.

Saat ini, tim gabungan dari kepolisian dan TNI masih bekerja di Bukit Betabuh. Titik api memang kembali ditemukan di kawasan tersebut.

Diperkirakannya, titik api tidak sebanyak sebelumnya. Petugas gabungan lebih menekankan pada lokalisir api agar tidak meluas.

Sisa lahan yang terbakar, yang sudah padam, sedang dilakukan proses pendinginan.

“Tim sudah di lokasi,” ujar Kapolsek Afrizal.

Selain itu, kawasan hutan lindung tersebut sudah berubah menjadi kebun sawit. Sebagian kebun sawit ini juga yang terbakar.

Soal batas wilayah di kawasan ini memang belum pasti. Begitu juga soal status hutan lindung tersebut.

Bagi Riau, Bukit Betabuh merupakan hutan lindung. Sedangkan warga Kabupaten Dharmasraya, sebagian merupakan tanah ulayat.

“Kebanyakan warga yang punya lahan sawit itu warga Sumbar. Mereka klaim itu tanah ulayat,” ujarnya.

Walau ada perbedaan klaim tersebut, Polsek Kuantan Mudik sudah melakukan penyelidikan. Police line sudah dipasang di lokasi kebakaran.

“Kita sudah nanya-nanya warga. Masih proses penyelidikan,” terangnya.

Diberitakan Tribunnews.com, pekan lalu, petugas gabungan dari Polsek Kuantan Mudik dan Koramil 08 Kuantan Mudik memadamkan api di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh memakai dedaunan dan jerigen air.

Ternyata petugas gabungan punya alasan tersendiri.

Kapolsek Kuantan Mudik AKP Afrizal SH mengatakan, cara tersebut memnag tidak efektif memadamkan api, tapi tidak ada alat lain yang bisa dibawa ke lokasi.

“Itu kenapa kami pakai daun dan jerigen, karena memang susah bawa peralatan ke lokasi,” kata AKP Afrizal SH.

Dikatakannya, menuju lokasi titik api sangat susah. Sebab medan sanfat terjal. Sehingga membawa peralatan sangat susah.

“Mesin semprot air tidak bisa bawa. Bawa diri saja sudah syukur,” terangnya.

Ia pun memberitau, jumlah personel antara Polsek dan Koramil juga tidak banyak. Sehingga diputuskan saat itu membawa peralatan seadanya ke lokasi titik api.

“Bagusnya memang kalau bisa pakai water bombing,” ujarnya.***

%d blogger menyukai ini: