25 September 2018
Home / Spesial Riau / Kuantan Singingi / Lahan pertanian terendam dan ternak mati akibat banjir di Kuansing

Lahan pertanian terendam dan ternak mati akibat banjir di Kuansing

Banjir menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Kuantan Singingi. (Kredit: Kuansingkita)

Taluk Kuantan (RiauNews.com) – Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Kuantan Singingi, membuat sejumlah sungai yang ada di daerah tersebut tak mampu menampung debit air. Akibatnya, air sungai kemudian meluap dan membanjiri lahan pertanian dan perumahan warga.

Puluhan rumah warga di Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, terendam air akibat luapan Sungai Batang Kuantan dan beberapa anak sungai yang tak lagi mampu menampung debit air.



Sementara itu, akibat terjangan air ruas jalan di Desa Keresek yang berada di seberang Desa Kampung Baru, menjadi terputus, puluhan rumah warga juga terendam yang memaksa penduduk sibuk menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

“Akibat banjir itu juga menyebabkan banyak tanaman dan ternak yang mati,” kata Reflizar (53), salah seorang warga di Teluk Kuantan, Minggu.

Dijelaskan, banjir juga melanda sebagian wilayah di ibu kota Kabupaten Kuansing ini di mana air meluap hingga ke badan jalan.

Sejumlah warga di lingkungan Kuantan Tengah khususnya di belakang Universitas Kuantan Singingi (UNIKS) jalur menuju Sentajo, anak sungai tidak mampu menahan luapan air hingga terlihat seperti danau besar yang siap menghantam, meluluh lantakkan perkebunan warga.

Sementara itu, Camat Gunung Toar Sudarisnah mengatakan, Wakil Bupati Halim dan instansi terkait sudah turun meninjau langsung lokasi banjir dan telah memberikan bantuan untuk warga yang terkena musibah.

“Wabup memberikan bantuan sebanyak 100 kotak mie instant,” kata Sudarisnah.

Masyarakat yang terkena dampak banjir dianjurkan untuk mengungsi jika kondisi semakin parah, meski demikian pemeritah tetap peduli dan akan memantau terus kondisi di lapangan, tambahnya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: