22 Oktober 2018
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / STAI Al-Azhar dianggap bohong soal akreditasi

STAI Al-Azhar dianggap bohong soal akreditasi

Acara sidang senat terbuka wisuda mahasiswa STAI Al Azhar Pekanbaru. (Kredit: RTV)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Dua mahasiswa tingkat akhir di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar, Pekanbaru, Provinsi Riau, melaporkan Hj Maimanah Umar dkk selaku ketua perguruan tinggi tersebut ke aparat Kepolisian Daerah Riau.

Direktur Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan mengatakan pihaknya sedang melakuan verifikasi terkait laporan tersebut.

“Masih dalam proses. Kita sedang verifikasi laporannya,” katanya sebagaimana dilansir laman Antara, Kamis (19/4/2018).

Dijelaskan, dua mahasiswa STAI Al-Azhar yang melaporkan dugaan penipuan dan pembohongan publik tersebut bernama Rahmat Syahroni Siregar dan Johan. Keduanya merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) semester delapan.

Dalam laporannya Rahmat dan Johan menyebut bahwa mereka merasa telah menjadi korban penipuan STAI Al-Azhar Pekanbaru. Saat mendaftar 2014 lalu, dia mengatakan pengelola Kampus Al-Azhar mengklaim telah berakreditasi B. Namun belakangan dia baru mengetahui bahwa kampus yang terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan Pekanbaru tersebut baru mengantongi akreditasi C.

Rahmat menjelaskan bahwa hal ini baru diketahuinya belakangan ketika sedang mengajukan tugas akhir, setelah dirinya mencari tahu status akreditasi kampus ke Koordinator Sekolah Tinggi Agama Islam XII wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

“Kami jelas dibohongi dengan klaim STAI Al-Azhar. Tidak hanya dicantumkan di brosur saat mendaftar 2014 lalu, tapi selama ini baik kop surat, baliho bahkan papan nama Kampus dicantumkan akreditasi B,” kata Rahmat.

Padahal, dia mengatakan akreditasi B merupakan syarat minimal bagi dirinya maupun 580 mahasiswa lainnya yang saat ini mengenyam pendidikan di kampus yang memiliki tiga program studi tersebut dalam dunia kerja.

Maimanah Umar yang saat ini merupakan anggota DPD RI menjabat sebagai ketua STAI Al-Azhar sekaligus pemilik Yayasan tersebut.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: