Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Perjalanan panjang, satu dekade pembangunan Jembatan Siak IV

Perjalanan panjang, satu dekade pembangunan Jembatan Siak IV

Pengerjaan Jembatan Siak IV hampir rampung. (Kredit: Riau Times)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Jembatan Siak IV atau yang saat ini sudah diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Syah, berada di jantung Kota Pekanbaru, memiliki perjalan yang panjang.

Dibutuhkan empat orang gubernur untuk menyelesaikannya jembatan yang menghubungkan Jalan Jenderal Sudirman dengan kawasan Rumbai.

Dikerjakan masa kepemimpinan Gubernur Riau Rusli Zainal, kemudian mangkrak selama Gubri dijabat Annas Maamun, kemudian dilanjutkan satu tahun menjelang berakhirnya kepemimpinan Gubri Arsyadjuliandi Rachman serta diresmikan Gubri Wan Thamrin Hasyim, besok, Kamis (14/2/2019).

Pengerjaan jembatan ini dari masa ke masa sudah dikerjakan berbagai kontraktor. Baik dikerjakan secara tunggal mau pun dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO).

“Ada pun sejumlah kontraktor yang telah mengerjakan jembatan Siak IV tersebut, yakni PT Istaka Karya, PT Palas Bukit Tangguh, PT Bina Riau Sejahtera, PT PP Waskita Hutama (KSO), PT Brantas Abipraya (Persero),” papar Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau, Yunnan Haris.

Pelaksanaan pembangunan Jembatan Siak IV ini pertama dimulai pada tahun 2009, 2010. Dimana sesuai Perda Nomor 7 tahun 2010 dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak yang dimulai dari tanggal 13 Desember 2010 sampai dengan tanggal 16 Desember 2013.

Pembangunan Jembatan Siak IV dengan kondisi yang sudah ditinggalkan beberapa tahun tersebut telah dilakukan kajian, analisa dan review terhadap kondisi aktual jembatan agar kelanjutan pelaksanaan pembangunan jembatan sesuai dengan kaidah peraturan yang disyaratkan dan kekuatan yang menjadi syarat utama layaknya jembatan untuk dapat dilalui kendaraan.

Pelaksanaan fisiknya telah dimulai sejak tahun 2009 oleh PT Istaka Karya meliputi struktur bangunan bawah dari sisi Rumbai, pekerjaan ini dibiayai APBD. Tahun 2010, dilanjutkan oleh PT Palas Bukit Tangguh yang masih mengerjakan struktur bangunan bawah (sisi Rumbai), pekerjaan ini dibiayai APBD. Lalu, di tahun yang sama dilanjutkan PT Bina Riau Sejahtera menggunakan APBD-P untuk mengerjakan struktur bangunan bawah (sisi Rumbai) dan pengaman tebing (Sheet Pile).

Kemudian, tahun 2010-2013 (multiyears) dikerjakan oleh PT PP Waskita Hutama (KSO) menggunakan APBD, sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2010. Pada tahun itu dikerjakan seluruh pekerjaan sisi Jalan Jenderal Sudirman, pekerjaan pylon sampai dengan stage 6 hilir, stage 8 hulu, pekerjaan timbunan jalan akses, pekerjaan aproach span sisi Rumbai.

Selanjutnya, tahun 2017-2018 dilanjutkan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) menggunakan APBD sesuai MoU antara Pemprov Riau dengan DPRD Riau Nomor 32/KPTS/PIMP/DPRD/2016, Nomor 021/NK/XI/2016. Pada tahun ini, dikerjakan pylon stage 7 sampai dengan 17 bagian hilir, stage 9 sampai dengan 17 bagian hulu, pekerjaan aproach span sisi Rumbai (P6-Pylon), pekerjaan masin span, bangunan pelengkap jembatan.

Di tahun anggaran 2017-2018, pembangunan dengan tanggal kontrak 9 Agustus 2017 ini, memiliki nilai kontrak sebesar Rp107.502.791.773,45 yang sumber dananya dari APBD Riau tahun 2017 dan 2018.

Ada pun data teknis Jembatan Siak IV Pekanbaru, yakni memiliki panjang jembatan 800 meter dengan bentang utama 155 m, bentang pendekat 7 x 45 meter dari arah Rumbai, bentang pendekat 5 x 45 meter dari arah Sudirman dan oprit 35 meter dari arah Rumbai. Lebar jembatan 20,50 meter dan jenis konstruksi cable stayed single pylon H = 75 meter.

Kemudian, panjang bentang 155 meter, kofigurasi kabel radial dengan life end pada bagian pylon, jenis kabel 1 strand 7 wire 0,6″ HDPE, jumlah kabel MS dan BS 14 (ka/ki) dengan jarak antar kabel @ 10 meter. Konstruksi pylon beton dengan multistrand posttension BAR diameter 40 mm.

Pemprov Riau melalui Dinas PUPR melanjutkan kembali pembangunan Jembatan Siak IV tersebut sampai dapat digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu akses menuju dan dari pusat kota ke daerah seberang yang terpisah oleh aliran Sungai Siak. ***[MCR]

Komentar
%d blogger menyukai ini: