Sel 22 Rabiul awal 1441 H, 19 November 2019
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Kabut asap di Pekanbaru makin parah, terasa hingga ke dalam rumah

Kabut asap di Pekanbaru makin parah, terasa hingga ke dalam rumah

Jarak pandang di Kota Pekanbaru terus menurun seiring makin pekatnya kabut asap di kota tersebut. (Foto: Ilva/Riaunews.com)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kabut asap yang dalam beberapa hari belakangan ini menyelimuti Kota Pekanbaru, kondisinya makin parah. Walau hujan ada turun di berbagai daerah yang ada titik apinya, namun asap belum mau beranjak dari Ibu Kota Provinsi Riau ini.



Kondisi ini mulai dikeluhkan warga, karena merasa sesak untuk bernafas meski berada di dalam rumah.

“Rasanya kurang nyaman saat bernafas. Bau asap bahkan terasa hingga ke dalam rumah,” kata Dian, seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di kawasan Panam, Pekanbaru.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika stasiun di Pekanbaru menyatakan jarak pandang di berbagai daerah berpotensi menurun.

Menurut Kasi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Marzuki, ada empat wilayah di Riau diselimuti kabut asap dan jarak pandangnya memburuk. Selain Pekanbaru, wilayah lainnya adalah Kota Dumai, Rengat dan Pelalawan.

“Untuk cuaca sendiri, dari pagi hingga malam diprakirakan cerah hingga berawan. Potensi hujan ringan ada pada dini hari Sabtu, 7 September 2019, di sebagai wilayah Kabupaten Rokan Hilir dan Siak,” jelas Marzuki, Sabtu (7/9/2019).

Berdasarkan pantauan satelit yang digunakan BMKG, Pulau Sumatra terdapat ratusan titik panas indikasi kebakaran lahan. Ada dua provinsi terpantau ratusan titik panas, yaitu Riau 123 titik panas dan Jambi 116 titik.

“Sumatra Selatan terpantau 72 titik panas, kemudian Bangka Belitung 31 titik, Lampung 14, Sumatra Barat 8, Kepulauan Riau 6, Bengkulu 3 dan Sumatra Utara 1 titik,” kata Marzuki.

Untuk 123 titik panas di Riau, Marzuki menyebut tersebar di 8 kabupaten. Paling banyak di Indragiri Hilir 40 titik, Pelalawan dan Indragiri Hulu masing-masing 34 dan Kepulauan Meranti 8 titik.

“Berikutnya Kuantan Singingi 2, kemudian Bengkalis dan Kampar, masing-masing 1 titik. Dari ratusan titik panas itu, yang dipercaya sebagai titik api ada 87 titik dengan level kepercayaan di atas 70 persen,” jelas Marzuki.

Titik api itu terpantau di Indragiri Hilir 27 titik, Pelalawan dan Indragiri Hulu, masing-masing 25 titik, Kepulauan Meranti 8 titik serta Rokan Hilir 2 titik.

Berdasarkan analisa parameter cuaca, 50 persen wilayah Riau berada pada zona merah atau berkategori sangat mudah terbakar. Kemudian 20 persen lagi berkategori mudah terbakar dan sisanya aman hingga tidak mudah terbakar.***

Komentar