26 September 2018
Home / Spesial Riau / Kota Pekanbaru / Chevron tak keberatan peralatan perminyakan mereka jadi alat praktik mahasiswa

Chevron tak keberatan peralatan perminyakan mereka jadi alat praktik mahasiswa

(ilustrasi: chevron)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Salah satu operator eksplorasi minyak bumi di Provinsi Riau, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), mengaku tak keberatan atas permintaan alat-alat perminyakan mereka dihibahkan untuk keperluan praktikum mahasiswa. Namun dengan catatan sepanjang alat yang diminta tersebut tidak lagi digunakan untuk operasional oleh Chevron.



Hal ini diungkapkan Presiden Direktur and Deputy Managing Director PT CPI Albert B.M. Simanjuntak, dihadapan para Mahasiswa dan civitas akademika Universitas Islam Riau (UIR) pada Grand Seminar Reaching a Sustainable and Sesilient Energy Future yang ditaja bersempena dengan Intellectual Petroleum Festival 2018 oleh Program Studi Perminyakan Fakultas Teknik Universitas Islam Riau di Kampus UIR Perhentian Marpoyan Pekanbaru, Senin siang (16/4/2018).

Hanya saja, menurut Albert, alat-alat tersebut milik negara maka pelepasannya harus melalui ketentuan yang berlaku, dan biasanya butuh waktu beberapa tahun.

“Kalau alat-alat yang diminta bermanfaat bagi mahasiswa UIR kenapa tidak kita hibahkan? Silakan diajukan, dan Chevron membuka membantu UIR. Cuma karena ini milik negara maka institusi negara yang punya kewenangan melepaskannya. Proses pelepasan tersebut cukup memakan waktu, bisa dua tahun,” Albert menjelaskan.

PT CPI, tambah Albert, berkomitmen untuk membantu UIR dalam peningkatan kualitas Program Studi Perminyakan dengan membuka diri bagi mahasiswa UIR yang ingin melakukan field trip sesuai jadwal yang disepakati.

“Kami juga akan memberi kesempatan magang kepada mahasiswa sepanjang mahasiswa tersebut memenuhi standar kompetensi secara akademik,” kata Albert.

Seminar ini sendiri dibuka rektor UIR Prof. Dr Syafrinaldi, SH, MCL.U, juga menghadirkan sejumlah pembicara seperti Ahmad Yani (Operation Manager, Lagendong Geothermal Area PT Pertamina Geothermal Energy) dan Indra Agus Lukman, The Head of Energy and Mineral Resource Ministry of Riau Province.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: