Sel 15 Rabiul awal 1441 H, 12 November 2019
Home / Spesial Riau / Kota Dumai / Roro Dumai-Malaka dijadwalkan beroperasi akhir tahun, truk asal Malaysia akan dibatasi

Roro Dumai-Malaka dijadwalkan beroperasi akhir tahun, truk asal Malaysia akan dibatasi

(ilustrasi)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Sejumlah persiapan jelang pengoperasian Roro Dumai-Malaka terus digesa. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama dengan Kementerian Perhubungan, telah melaksanakan rapat penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Pedoman ini disiapkan untuk mengantisipasi pergerakan angkutan penumpang dan angkutan barang, setelah beroperasinya Roro Dumai-Malaka pada akhir tahun.

“Hasil rapat terakhir, untuk kendaraan angkutan barang dari Malaysia sementara akan dibatasi di wilayah Provinsi Riau. Namun untuk kendaraan angkutan orang (bus pariwisata dan mobil pribadi) sesuai dengan asal tujuannya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Riau, Taufiq OH, Rabu (21/8/2019).

Sedangkan kendaraan roda dua yang diperkenankan melintas hanya kendaraan dengan tujuan pariwisata serta olahraga.

Untuk dimensi kendaraan angkutan barang, disesuaikan dengan peraturan panjang maksimal 12 meter yang berasal dari Indonesia, dan 12,20 meter dari Malaysia.

“Untuk mengidentifikasinya, setiap kendaraan yang melintas dari kedua negara ini akan dipasangkan stiker,” ujarnya.

Selain dari sisi SOP kendaraan, pihaknya saat ini juga sedang mempersiapkan sumber daya manusia yang akan bertugas di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan, Kota Dumai. Karena untuk pelayanan internasional antarnegara, diperlukan pengamanan yang lebih.

“Kami juga sedang koordinasi dengan pihak terkait untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), seperti Custom, Immigration, Quarantine and Security (CIQS). Sebagaimana persyaratan pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan luar negeri atau internasional,” sebut Taufiq lagi.

Diberitakan oleh laman Tribunnews.com, sementara itu Gubernur Riau H Syamsuar mengatakan, dari hasil tinjauannya beberapa waktu lalu ke pelabuhan Dumai tersebut, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti kapasitas dan fasilitas dermaga di antaranya breasting dolphin dan mooring dolphin (untuk menambatkan kapal), serta trestie (tempat sandar kapal).

“Sarana pendukung di pelabuhan juga menjadi perhatian kami saat ini. Saya sudah tugaskan dinas terkait untuk bisa menggesa perbaikan dan penambahan fasilitas itu, agar tidak ada kendala ke depannya,” kata Syamsuar.

Beberapa hari lalu, Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai juga dikunjungi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Saat itu, Menpar Arief Yahya menyebut, uji coba operasional pelabuhan roro Dumai-Malaka akan dilaksanakan 19 September mendatang. Informasi itu disampaikan Arief setelah dia berdialog dengan Direktur ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan).

Arief juga mengatakan, biasanya operasional penuh pelabuhan akan terlaksana dua atau tiga pekan setelah uji coba dilaksanakan.***

Komentar