10 Desember 2018
Home / Spesial Riau / Kirab GP Ansor ditolak masyarakat Riau

Kirab GP Ansor ditolak masyarakat Riau

Spanduk penolakan kedatangan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas di Tanah Melayu. (Kredit: Panjimas)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Rencana GP Ansor yang akan melakukan “Kirab Satu Negeri” di Provinsi Riau mendapat penolakan dari berbagai elemen dan ormas yang ada. Atas adanya penolakan tersebut, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau meminta semua pihak mewujudkan harmonisasi.

“Menyusul penolakan berbagai komponen masyarakat Riau terhadap kegiatan Kirab Satu Negeri yang dilaksanakan GP (Gerakan Pemuda) Ansor di Riau, kami mengharapkan masing-masing pihak baik pelaksana diharapkan dapat lebih mengedepankan ukhuwah Islamiah dan rasa sebangsa maupun bernegara,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri Syahrial Abubakar dalam siaran pers yang diterima, Kamis (20/9/2018).



Syahril mengaku, penolakan terhadap GP Ansor saat ini datang dari LAM Kabupaten Meranti dan Kabupaten Siak. Ini belum lagi penolakan dari Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK), Pembela Tanah Air (Peta), Front Pembela Islam dan berbagai ormas lainnya.

Menurut Syahril, penolakan itu intinya berkaitan dengan kegiatan GP Ansor yang mewacanakan Islam Nusantara. Ditambah lagi oknum Ansor terhadap Ustaz UAS di berbagai daerah di Pulau Jawa beberapa waktu lalu.

Selain itu penggunaan simbol-simbol kerajaan Siak, sehingga kesannya kerajaan yang membina peradaban Islam di Sumatera Timur itu adalah bagian dari kegiatan Ansor.

“Kita berusaha memediasi pelaksanaan kegiatan itu dengan berbagai pihak, sesuai dengan permintaan GP Ansor. Sampai saat ini LAM Riau masih menampung aspirasi dari semua unsur baik dari penyelenggara maupun penolakan,” Syahril.

Rencana Kirab GP Ansor ini akan dilaksanakan pada Sabtu (22/9). Rute Kirab ini dari Kabupaten Siak, Bengkalis hingga Meranti.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: