22 Agustus 2019
Home / Spesial Riau / Kampar / Satu balita jadi korban banjir di Kampar

Satu balita jadi korban banjir di Kampar

Proses evakuasi korban hanyut di sungai. (ilustrasi)

Bangkinang (RiauNews.com) – Banjir yang terjadi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pada Senin (10/12/2018) telah merenggut korban jiwa.

Seorang balita bernama Sazia Sapana (4 thn) ditemukan tewas karena tenggelam pada Senin kemarin sekira pukul 11.45 wib di Desa Bukit Ranah Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.



Informasi dari pihak Kepolisian bahwa korban yang merupakan anak dari Zulhendri Zainur, pertama kali ditemukan oleh Yakub alias Akuk (60 thn) warga desa setempat.

Saat itu Akuk hendak memancing di Sungai Kampar, saat tiba ditepian sungai saksi ini melihat ada benda mencurigakan yang mengambang dekat pinggiran sungai.

Akuk kemudian mendekati benda tersebut untuk mengamatinya, setelah dicek ternyata benda tersebut adalah seorang anak perempuan yang mengambang dalam keadaan tertelungkup dan diduga dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Selanjutnya saksi memanggil warga sekitar untuk secara bersama mendatangi lokasi kejadian. Salah seorang warga kemudian turun ke sungai untuk mengangkat korban untuk kemudian dibawa ke Puskesmas untuk memastikan keadaan korban.

Kejadian tenggelamnya anak tersebut awalnya tidak diketahui oleh orangtuanya karena korban keluar dari rumah sendirian, diduga korban terpeleset dan terjatuh kedalam genangan air sungai yang meluap, diketahui jarak dari rumahnya ke sungai hanya sekitar 8 meter.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH melalui Kapolsek Kampar AKP Hendrizal Gani SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Kapolsek bahwa jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk proses pemakamannya.

Lebih lanjut disampaikan Kapolsek bahwa personel yang mendatangi lokasi kejadian telah mendata dan meminta keterangan dari saksi-saksi, dan juga telah memintakan visum untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat yang berdomisili disekitar daerah bantaran Sungai Kampar ini untuk berhati-hati, serta menjaga anak-anak agar tidak beraktivitas di dekat sungai, terutama saat banjir seperti sekarang ini.***

Sumber: MCR

Komentar
%d blogger menyukai ini: