17 Desember 2018
Home / Spesial Riau / Kampar / Acara peringatan setahun Raja Gunung Sahilan berujung maut

Acara peringatan setahun Raja Gunung Sahilan berujung maut

Lokasi tewasnya korban meriam tradisional di Gunung Sahilang, Kampar. (Kredit: Kompas)

Bangkinang (RiauNews.com) – Acara adat pada peringatan satu tahun Raja Gunung Sahilan di Kabupaten Kampar, Riau, pada Rabu (9/5/2018), berujung maut. Satu orang tewas dan empat lainnya luka-luka karena lelo pusako atau meriam tradisional yang dibunyikan saat acara ini pecah dan serpihannya mengenai warga di lokasi acara tersebut.

“Satu orang korban meninggal dunia sudah diserahkan ke pihak keluarganya,” kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto, Kamis (10/5/2018).



Dijelaskan, korban yang meninggal dunia bernama Ikram (38). Sementara tiga orang mengalami luka berat, yakni Sumanto Rebo (58), Rapika Alni (16) dan Aisyah (12), dan seorang lagi hanya mengalami luka ringan, yaitu Sarinah (51).

Para korban yang mengalami luka-luka, menurut Sunarto telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Dijelaskan Kabid Humas, insiden ini terjadi saat acara peringatan satu tahun Raja Gunung Sahilan HM T Nizar Yang Dipertuan Agung di Desa Sahilan Darussalam Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.

Sebelum acara dimulai, panitia sudah menyiapkan satu lelo pusako milik desa setempat dan akan dibunyikan ketika rombongan raja tiba di acara. Lelo pusako berukuran 1 meter dengan 7 diameter itu diisi dengan serabut kelapa dan diberi bubuk mesiu atau bahan peledak.

Sekitar pukul 10.00 WIB, acara diawali dengan arak ninik mamak diiringi musik tradisional, gong dari Kantor Desa Gunung Sahilan menuju istana raja.

“Rombongan Raja Gunung Sahilan tiba sekitar pukul 11.00 WIB didampingi Kapolres Kampar, AKBP Andri Ananta Yudhistira dan tokoh masyarakat Kabupaten Kampar lainnnya,” kata Sunarto.

Sesampainya di gerbang istana, salah satu penyelenggara acara, Zailam alias Ilam membunyikan lelo pusako tersebut, sebagai tanda dimulainya acara adat. Namun, lelo yang dibunyikan itu langsung pecah dan serpihannya mengenai warga di lokasi acara.
Para panitia panik atas kejadian tersebut sehingga acara yang dihadiri sekitar 1.500 orang ini pun langsung berhenti.

Rencananya dalam acara ini juga akan diadakan tabligh akbar dengan menghadirkan Ustadz Abdul Somad. Namun, Ustadz Somad batal hadir.

“Acara terpaksa dihentikan, karena korban harus dievakuasi. Petugas langsung mengamankan lokasi kejadian,” kata Sunarto.*** (KPC)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: