Ming 23 Muharram 1441 H, 22 September 2019
Home / Spesial Riau / Ini pesan Habibie pada masyarakat Riau 2018 lalu

Ini pesan Habibie pada masyarakat Riau 2018 lalu

BJ Habibie bersama Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dan Menritekdikti, Mohamad Nasir saat pembukaan acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Pekanbaru, Riau, Jumat (10/8/2018). (Foto: istimewa)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Bacharuddin Jusuf Habibie tutup usia, Rabu (11/9/2019). Presiden ke-3 Republik Indonesia ini meninggalkan banyak kenangan, salah satunya di Riau.

BJ Habibie berkunjung ke Pekanbaru, Riau, dalam rangka pembukaan acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang ke-23 tahun 2018, Jumat (10/8/2018).



Kedatangan BJ Habibie disambut istimewa oleh Gubernur Riau saat itu, Arsyadjuliandi Rachman. Dia dipakaikan pakaian adat Melayu Riau.

Pada kesempatan itu, BJ Habibie menyampaikan beberapa pesan saat memberikan kata sambutan. Pertama, saat ini bangsa Indonesia membutuhkan manusia-manusia yang unggul dan bisa bersaing dengan siapa saja.

“Bangsa ini butuh manusia yang unggul, dan harus punya daya saing kuat,” ucap Habibie.

Kedua, Indonesia memiliki aneka ragam suku, budaya, bahasa dan keyakinan. Namun, kata Habibie, tidak semua orang mengetahui bahwa justru keanekaragaman itu adalah unsur untuk bisa memberikan inspirasi.

Kemudian, lanjut dia, selama 50 tahun bangsa Indonesia bekerja keras mengembangkan prasarana ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga bisa memproduksi pesawat terbang N-250 buatan dalam negeri.

“Hari ini kita kenang hari kebangkitan teknologi nasional. Saya bersyukur melihat anak muda, cucu bagi saya. Kalau saya ini (usianya) sudah 82 tahun. Naik tangga aja susah. Tapi otaknya seperti masih usia 28 tahun,” ucap Habibie sambil tertawa.

Terakhir, dia mengajak generasi muda terus mengembangkan teknologi-teknologi inovatif demi kemajuan bangsa Indonesia. Kedatangan BJ Habibie ke Riau saat itu adalah untuk terakhir kalinya. Meski dia telah tiada, jasanya pasti selalu dikenang sepanjang masa. Selamat jalan profesor.***

Baca artikel asli
Komentar
%d blogger menyukai ini: