Senin, 20 Januari 2020
Home / Spesial Riau / Indragiri Hulu / Siswa SMA di Inhu aniaya Kepala Sekolah

Siswa SMA di Inhu aniaya Kepala Sekolah

Kepala SMAN 2 Rakit Kulim, Bambang Fajrianto memperlihatkan bekas luka akibat dianiaya siswanya sendiri. (Foto: Riau Terkini)

Rengat (RiauNews.com) – Dunia pendidikan Tanah Air, khususnya Provinsi Riau kembali tercoreng dengan ulah siswa yang menganiaya guru mereka sendiri.

Seorang murid SMAN 2 Rakit Kulim, Indragiri Hulu harus berurusan dengan pihak berwajib karena aksi nekatnya menganiaya kepala sekolah sendiri.

Informasi yang diperoleh dari Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran, siswa yang duduk di kelas XII melakukan tindakan tak terpuji tersebut karena tidak terima orang tuanya dipanggil pihak sekolah.

Baca: Otopsi menunjukkan tak ada bekas kekerasan pada kerangka manusia yang ditemukan di Tenayan Raya

“Korban adalah kepala sekolah SMAN 2 Rakit Kulim, Inhu bernama Bambang Fajrianto (50), sementara pelaku merupakan siswanya berinisial A (19). Atas perlakuan yang diterima, korban melaporkan ke Polsek Kelayang,” ungkap Aipda Misran, Sabtu (16/3/2019).

Dijelaskan Aipda Misan, peristiwa penganiayaan ini berawal pada Rabu (13/3) sekira pukul 08.00 WIB disaat murid kelas XII tengah melaksanakan ujian. Saat itu pelaku terlihat sedang marah-marah, akibat orang tuanya dipanggil pihak sekolah.

“Saat itu pengawas ruangan ujian Yuliana keluar ruangan karena ada salah satu murid berinisial A marah-marah karena orangtuanya dipanggil ke sekolah,” ungkapnya.

Baca: Propam tetapkan delapan oknum polisi pelaku penganiayaan tahanan hingga tewas

Pelaku A yang tidak terima orang tuanya dipanggil pihak sekolah, kemudian memaki Kepsek. Makian itu membuat Bambang tersingung lalu menegur muridnya tersebut. Bambang juga meminta agar A tidak melakukan keributan di sekolah.

“Saat Bambang menegur, tiba-tiba A yang tidak terima langsung mencekik leher Bambang hingga mengakibatkan memar di bagian leher. Bahkan A juga menendang tangan Bambang sebanyak satu kali hingga mengakibatkan memar, tak sampai di situ, A juga memukul kepala Bambang serta bibirnya hingga mengakibatkan luka dan berdarah,” tandasnya.

Walau dianiaya dan diperlakukan semena-mena oleh murid nya tersebut, Bambang tidak melakukan perlawanan. Namun kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kelayang untuk pengusutan lebih lanjut.

“Saat ini kasus tersebut sedang didalami Polsek Kelayang, sejumlah guru dan korban diperiksa untuk dimintai keterangan. Orangtua A juga akan diperiksa polisi,” jelasnya. ***

%d blogger menyukai ini: