23 Oktober 2018
Home / Spesial Riau / Area layanan publik rawan korupsi

Area layanan publik rawan korupsi

Masyarakat sedang mengurus administrasi di Kantor Lurah.

 

Pekanbaru (RiauNews.com) – Area pelayanan publik di lingkungan Pemerintahan Provinsi Riau rawan terjadi tindakan negatif oleh oknum pegawai, seperti korupsi berupa gratifikasi, pungutan liar maupun suap

Hal ini diakui langsung oleh Asisten III Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau Kasiaruddin, sehingga menurutnya diperlukan komitmen kuat untuk mengatasi perilaku menyimpang tersebut.

Ia mengatakan perilaku dan tindakan korupsi terkadang terjadi tanpa disadari, mulai dari pemberian dalam rangka ucapan terimakasih, uang rokok ataupun sejenisnya yang sudah dianggap lumrah.

“Padahal, meski terlihat sepele seperti itu, hal tersebut sudah merupakan benih terjadinya perilaku koruptif,” jelasnya sebagaimana dilansir Antara.

Ia menilai praktek memberi dan menerima hadiah, sesungguhnya merupakan hal yang wajar dalam hubungan kemasyarakatan, yang dapat dilakukan mulai dari peristiwa alamiah seperti kelahiran, sakit dan kematian.

“Namun, praktek memberi dan menerima hadiah ini berpotensi berisi kepentingan dan dapat mempengaruhi netralitas,” katanya.

Dan hal ini, jelasnya, disebut gratifikasi yang dianggap suap sebagaimana dimaksud pasal 12B undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: