Senin, 20 Januari 2020
Home / Spesial Riau / Alat pelacak harimau pemangsa manusia lepas, Bonita tak tahu rimbanya

Alat pelacak harimau pemangsa manusia lepas, Bonita tak tahu rimbanya

Harimau Sumatera bernama Bonita akhirnya berhasil ditangkap.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Persoalan harimau Sumatera di Provinsi Riau akhir-akhir ini banyak menuai sorotan publik. Mulai penampakannya di lingkungan warga, hingga perdagangan organ satwa predator itu.

Tidak kalah heboh lagi adalah, GPS Collar (kalung GPS), perangkat teknologi yang dipakai untuk melacak aktivitas harimau sumatera, telah lepas.



Alat ini beberapa waktu lalu pernah dipasang pada Bonita (harimau betina) dan Atan Bintang (harimau jantan).

Sebagaimana diketahui bahwa Bonita pernah memangsa dua manusia di Pelangiran, Indragiri Hilir, Riau, beberapa waktu lalu.

Cerita Bonita bahkan menjadi sorotan media asing karena perilakunya yang agresif. Lalu, pertanyaannya, di mana keberadaan Bonita dan Atan Bintang?

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, menjawab keberadaan dua satwa itu kini sudah tidak bisa terlacak lagi. Itu disebabkan lepasnya alat GPS Collar yang sempat dipasangkan pada leher Bonita dan Atan Bintang.

Namun demikian, Suharyono memperkirakan keduanya telah kembali ke habitat alam liarnya.

“Kita memperkirakan GPS Collar yang dipasang lepas,” kata Suharyono, Selasa (10/12/2019).

Sebagaimana diuraikan, Bonita dan Atan Bintang sempat dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya, Sumatera Barat, Juli 2019 lalu.

Setelah melalui beberapa tahapan kemudian keduanya dilepaskan ke alamnya dengan pemantauan teknologi GPS Collar.

Si raja rimba itu sempat terpantau agresif menuju arah Selatan dan Utara. Namun setelah tiga pekan kemudian, keberadaan Bonita tidak terpantau lagi.

Tim BBKSDA sempat menelusuri lokasi terakhir Bonita yang sudah jauh berada pada habitatnya.

Sedangkan Atan Bintang juga bergerak lepas menuju Utara dan sulit terdeteksi lagi. Dalam hal ini, Suharyono menyimpulkan keduanya sudah kembali ke alamnya.***

%d blogger menyukai ini: