Sab 22 Muharram 1441 H, 21 September 2019
Home / Sains & Teknologi / Ditemukan planet layak huni mirip Bumi berjarak 100 tahun cahaya

Ditemukan planet layak huni mirip Bumi berjarak 100 tahun cahaya

Ilmuan menemukan planet mirip bumi. (ilustrasi)

London (Riaunews.com) – Sebuah studi terbaru yang dirilis pada Rabu (11/9/2019) menemukan uap air pada atmosfer planet luar tata surya yang mirip Bumi. Planet bernama K2-18b tersebut menawarkan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendapatkan wawasan tentang komposisi dan iklim planet layak huni.



Observasi dilakukan menggunakan teleskop luar angkasa Hubble (HST) yang terdiri dari 8 kali transit pada 2016 hingga 2017. HST menangkap cahaya bintang yang melewati atmoster K2-18b. Hubble hanya dapat mendeteksi gelombang yang berkaitan dengan air sehingga molekul lainnya tidak dapat diketahui.

Lebih dari 4000 planet luar tata surya telah dideteksi namun para ilmuwan belum mengetahui komposisinya.

Dilansir dari CNN, uap air yang terdeteksi di atmosfer planet ekstrasurya ini sangat menarik bagi para peneliti. Selain uap air, suhu udara di sana juga cocok untuk dihuni kehidupan.

Penemuan ini tidak berarti planet tersebut aman untuk dihuni oleh manusia. Selain jaraknya yang sangat jauh, peneliti menemukan paparan radiasi yang amat tinggi. Menurutnya, nyaris tak ada kehidupan yang dapat berkembang di sana.

Planet ini beratnya mencapai 8 kali massa Bumi masuk ke dalam salah satu dari ratusan super-Earth, atau planet berukuran besar. Tak ada manusia yang dirasa sanggup pergi ke sana. Sebab, cahayanya saja butuh waktu hingga satu abad untuk mencapai Bumi.

“Mengingat jaraknya yang sangat jauh, kami tidak memiliki pilihan lain selain tetap di Bumi kami sendiri, jadi penting untuk menjadikan Bumi hebat kembali daripada mencari alternatif untuk dituju,” kata Angelos Tsiaras, salah satu peneliti dan astronom University College London pada Reuters.

Penelitian ini lantas tak membuat Bumi seolah tergantikan, justru para peneliti memiliki pertanyaan akhir terkait komposisi atmosfer yang tidak dimiliki planet manapun. Pertanyaan yang sangat mendasar tersebut yakni apakah Bumi unik.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: