Tue 13 Rabi Al Thani 1441 H, 10 December 2019
Home / Politik / Tiga fraksi DPRD Riau ancam paripurna tandingan, PKB: Karena mereka tak dapat Ketua Komisi

Tiga fraksi DPRD Riau ancam paripurna tandingan, PKB: Karena mereka tak dapat Ketua Komisi

Suasana rapat paripurna DPRD Riau tentang pengumuman pimpinan komisi, Kamis (10/10/2019) malam. (Foto: Istimewa)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Ancaman paripurna tandingan yang dilontarkan Fraksi Gerindra, PAN dan PKS di DPRD Riau, merupakan imbas kegagalan ketiga fraksi tersebut memperoleh jabatan ketua komisi. Demikian dikatakan Anggota Fraksi PKB Sugianto.



Dalam rapat paripurna yang digelar Kamis (10/10/2019) malam, ketiga fraksi tersebut sepakat tak menghadiri sidang pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD). Adapun Fraksi PKB yang raihan kursinya paling sedikit di DPRD Riau (6 kursi) berhasil mendapatkan posisi Ketua Komisi I.

Menurut Sugianto, sikap perlawanan yang disuguhkan ketiga Fraksi itu dikarenakan kegagalan memperoleh jatah kursi ketua komisi di V fraksi.

“Itu dilatari kegagalan memperoleh jatah kursi pimpinan komisi, oleh sebab itu mereka protes hasil penetapan AKD yang sudah diparipunakan kemarin itu, “kata Sugianto, Senin (14/10).

Sambungnya, meski nada protes disuarakan oleh ketiga fraksi, hal tersebut tidak akan merubah hasil rapat paripurna.

“Karena sudah sah secara hukum, kendati tiga fraksi belum menyerahkan nama-nama komisi pada pimpinan DPRD Riau,” katanya.

Sebelummya, Sekretaris Fraksi PAN di DPRD Riau, Ade Hartati, mengutarakan kekesalanya terhadap sikap pragmatis sejumlah partai politik yang ada di DPRD Riau. Hal tersebut diutarakan Ade menyusul sikap lima fraksi di DPRD Riau yang tidak mengakomodir fraksi PAN, PKS dan Gerindra, dalam pembentukan AKD.

“Dalam proses lobi-lobi politik yang sudah dilakukan jauh-jauh hari. Empat partai politik tidak memiliki kedaulatan politik, lantaran mereka beralasan ada partai besar yang tidak berkenan untuk menerima partai tertentu,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Fraksi Gerindra, Husni Thamrin, meyakini partai politik di Riau belum sepenuhnya lepas dari kontestasi pemilihan presiden 2019. Hal itu dibuktikan oleh hasil paripurna akd DPRD Riau yang mengakomodir partai koalisi Jokowi – Ma’ruf Amin, namun menepikan usulan partai pendukung Prabowo-Sandiaga.

“Kalau kita lihat dalam pembentukan komisi itu, kentara sekali mengakomodir partai pendukung Jokowi-Ma’ruf. Bila memang itu dasarnya, kita gelar juga paripurna kubu 02,” tekannya.***

 

Artikel Asli
Komentar