Sun 11 Rabi Al Thani 1441 H, 8 December 2019
Home / Politik / Tak peduli ada riak pembentukan AKD, DPRD Riau mulai tancap gas

Tak peduli ada riak pembentukan AKD, DPRD Riau mulai tancap gas

Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet diperiksa KPK terkait kasus suap proyek jalan Duri-Sei Pakning.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Awal masa jabatan keanggotaan selaku wakil rakyat di DPRD Riau periode 2019-2024 pasca dilantik tanggal 6 September 2019 sudah mulai terlihatkan ‘riak’ ketidakkompakan.

Ini sudah terlihat dari penyusunan dan pembagian jabatan pimpinan di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) pada beberapa waktu lalu yang hanya dibagi-bagi oleh lima fraksi, tanpa mengikutsertakan fraksi Gerindra, PKS dan PAN.



Dalam suasana polemik penyusunan AKD antara yang dapat ‘jatah’ dan yang tidak, DPRD Riau dengan komisi yang sudah terbentuk tidak mempedulikan kisruh tersebut.

Mereka langsung tancap gas melaksanakan kerja melakukan hearing dengan OPD mitra kerja yang ada. Salah satunya Komisi III yang telah memanggil beberapa mitra kerjanya seperti Dispenda, BPKAD dan Biro Ekonomi.

Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet menyebutkan, dengan telah terbentuk dan telah adanya pimpinan AKD, lembaga yang dipimpinnya itu harus bergerak cepat.

“Karena pekerjaan sudah mendesak dan menunggu untuk dilaksanakan segera. Terutama pembahasan APBD 2020. Dimana harus sudah harus disahkan sebelum 30 November 2019 ini, kalau tidak sanksi menunggu,” kata Eet.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Riau Zukri Misran mengakui, kalau ketidakpuasan dalam pembagian pimpinan AKD hal yang biasa di dunia politik. Ini sangat tergantung dari lobi-lobi politik antar fraksi yang ada.

“Sebetulnya semua fraksi sudah terakomodir di pimpinan fraksi, masalah puas itu tergantung lobilah,” jelasnya sembari menyebutkan kalau sebelumnya Gerindra mendapatkan posisi Wakil Ketua Komisi V, PAN mendapatkan Wakil Ketua Komisi I dan PKS mendapatkan posisi Sekretaris Komisi II.***[MCR]

Komentar