Sat 10 Rabi Al Thani 1441 H, 7 December 2019
Home / Politik / PDIP dan koalisi berupaya turunkan elektabilitas Gerindra bagaimanapun caranya

PDIP dan koalisi berupaya turunkan elektabilitas Gerindra bagaimanapun caranya

Jakarta (RiauNews.com) – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya bakal meningkatkan kerja sama dengan parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK), terutama dengan Golkar dan PKB untuk menurunkan elektabilitas Gerindra dalam Pemilihan Legislatif 2019.

Hasto mengatakan upaya menurunkan elektabilitas Gerindra itu diperlukan demi menguatkan sistem presidensial andai paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin memenangi Pilpres 2019.

“Dalam rangka penguatan sistem presidensial, gambaran ideal terjadi apabila Golkar bisa menduduki posisi nomor dua mengalahkan Gerindra dan PKB nomor tiga. Kami akan tingkatkan kerjasama agar elektoral seluruh Parpol KIK bisa meningkat,” ujar Hasto dalam keterangan tertulis, Kamis (21/3/2019).

Baca: Elektabilitas merosot, PDIP: Jokowi banyak dikendalikan tim sekoci

Hasto menilai momentum menurunkan elektabilitas Gerindra terbuka lebar. Sebab, ia menyebut elektabilitas Gerindra saat ini hanya bertumpu pada ‘efek ekor jas’ dari paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut dia, Gerindra tidak memiliki kekuatan teritorial sebagaimana dimiliki parpol-parpol dalam KIK.

“Dengan demikian kaki-kaki Gerindra bisa diminimkan kerjanya di lapangan,” ujar pria yang juga menjabat Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf tersebut.

Keyakinan elektabilitas Gerindra bisa turun, kata Hasto, juga didasari hasil terbaru survei Litbang Kompas yang menyebut elektabilitas Prabowo-Sandi hanya meningkat 4 persen selama enam bulan. Peningkatan itu, kata dia, juga bukan karena kerja partai melainkan efek dari tarian Prabowo, hoaks, fitnah, dan metode firehose of falsehood.

Baca: Tersandung suap, bupati politisi PDIP diciduk KPK

“Maka kami optimis Jokowi-Kiai Haji Ma’ruf Amin menang semakin tebal. Elektoral PDIP yang tinggi akan jadi daya dorong maksimum bagi Jokowi-Kiai Haji Ma’ruf Amin,” ujar Hasto.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan upaya menurunkan elektabilitas Gerindra akan melibatkan tokoh Nahdlatul Ulama, PKB, PPP, dan Golkar. Ia menyebut mereka memiliki basis kultural dan tradisional yang kuat. Selain itu, peran tokoh NU, PKB, dan PPP juga diklaim berguna untuk membendung gerak Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang berada di belakang Prabowo-Sandi.

“Di sini tokoh-tokoh NU, PKB, dan PPP bisa bergerak bersama membendung gerak HTI yang berada di belakang Prabowo-Sandi,” ujarnya.

Baca: Massa PDIP buat kebisingan di sekitar masjid berbuntut bentrok dengan pemuda

Ia menambahkan PDIP juga telah mengimbau seluruh simpatisan dan kader untuk meningkatkan militansi meski survei menempatkan parpol tersebut sebagai partai pemenang pemilu dengan elektabilitas berkisar 24 sampai 29 persen pada Pileg 2019.

Sementara itu, sejumlah survei yang dilakukan lembaga lain pun menempatkan Gerindra sebagai calon kuat menjadi runner up di Pileg 2019. Hal itu terjadi karena Gerindra merupakan partai yang mengusung kadernya sebagai capres dan cawapres

“Survei Kompas kami tempatkan sebagai hasil bawah kemenangan Jokowi-Kiai Haji Ma’ruf Amin sebesar 56.8 persen sebagai target pesimis, sementara target realistis adalah 63.4 persen,” ujar Hasto.***[CNN]

Komentar