Sabtu, 25 Januari 2020
Home / Politik / Bagi-bagi kekuasaan, Parpol pendukung Jokowi yang tak dapat jatah menteri bakal ditampung KSP

Bagi-bagi kekuasaan, Parpol pendukung Jokowi yang tak dapat jatah menteri bakal ditampung KSP

Moeldoko saat berbincang dengan Presiden Joko Widodo. (Kredit: Viva)

Jakarta (Riaunews.com) – Indikasi bagi-bagi kekuasaan dan politik ‘balas budi’ makin kentara dalam pemerintahan Joko Widodo jilid II. Sejumlah partai politik yang kadernya tak mendapat jatah menteri akan ditampung di Kantor Staf Presiden (KSP).



Hal ini diungkapkan langsung Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, yang mengaku telah menerima nama-nama kader partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin untuk bekerja di KSP..

“Saya pikir relatif yang anu lah, yang belum terakomodasi dalam pemerintahan. Ini (KSP) kan salah satu tempat yang parpol bisa partisipasi di sini,” kata Moeldoko di KSP, Jakarta, Selasa (26/11/2019) sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com.

Moeldoko menyebut kader partai ini bisa menjabat sebagai tenaga ahli maupun deputi. Sejauh ini, kata Moeldoko, kader partai yang telah menyodorkan lamaran berasal dari PKPI, PBB, Hanura, dan beberapa partai lainnya.

Mantan panglima TNI itu memastikan kader partai tetap mengikuti seleksi yang digelar KSP. Menurutnya, tak ada keistimewaan terhadap kader partai yang mendaftar untuk bekerja di KSP. Ia pun telah membuka komunikasi dengan petinggi partai pendukung pemerintah.

“Semua kita tes, kalau enggak lulus, ya enggak lulus. Jangan sampai nanti parpol tidak profesional,” ujarnya.

Moeldoko menyatakan KSP membutuhkan sosok profesional. Menurutnya, sosok profesional ini bisa berasal dari mana saja, baik partai, relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf, organisasi kemasyarakatan, pesantren, hingga pegawai negeri sipil (PNS).

“Jadi sumbernya memang banyak. Karena sekali lagi, saya ingin KSP ke depan punya energi yang sangat tinggi,” tuturnya.

Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin didukung oleh banyak partai politik pada Pilpres 2019 lalu. Di antaranya, PDIP, Golkar, Hanura, NasDem, PPP, PKB, PBB, PSI dan Perindo.

Tidak semua parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf itu diberikan kursi dalam Kabinet Indonesia Maju.

Terkait posisi wakil kepala staf, Moeldoko mengatakan sampai saat ini belum diputuskan. Ia menyatakan Presiden Joko Widodo yang akan memilih sosok pendampingnya pada periode kedua ini.

“Kalau kepala staf nanti itu otoritas Pak Presiden,” ujarnya.

Mengenai wakil kepala staf kepresidenan, Moeldoko sudah pernah mengatakan sebelumnya. Dia menyebut bakal memiliki wakil untuk memimpin KSP.

Nantinya, orang yang terpilih itu akan bertugas memastikan program-program benar-benar dirasakan oleh masyarakat.***

%d blogger menyukai ini: