Ming 20 Rabiul awal 1441 H, 17 November 2019
Home / Olahraga / Janji bonus rumah bagi peraih emas Asian Games, atlet malah disuruh sediakan tanah

Janji bonus rumah bagi peraih emas Asian Games, atlet malah disuruh sediakan tanah

Tim dayung putra mempersembahkan satu medali emas pada ajang Asian Games XVIII. (Kredit: Liputan6)

Jakarta (RiauNews.com) – Peraih medali emas Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, ternyata tak bisa langsung mendapatkan bonus rumah dari pemerintah pusat. Ada syarat yang harus dipenuhi oleh sang peraih medali emas untuk bisa mendapatkan bonus rumah tersebut.

Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, menyatakan bonus rumah untuk peraih medali emas menjadi wewenang Kementerian Pekerjaan Uumum dan Perumahan Rakyat.

Ada pun, Kemenpora hanya mencetuskan ide pembangunan rumah sebagai bonus untuk atlet peraih medali, lewat bantuan KemenPUPR. Jadi atlet hanya mendapatkan fasilitas pembangunan rumah. Bukan dalam bentuk rumah dan tanah atau perumahan.

Namun, belum ada sebidang tanah yang ditunjuk secara khusus untuk membangun rumah bonus tersebut.

Atlet peraih medali emas awalnya diminta untuk memiliki tanah sendiri. Ide ini bertabrakan dengan aturan. Hingga akhirnya, Kemenpora memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah mencarikan tanah untuk atlet-atlet peraih medali emas tersebut.

“Bonus itu ternyata rumah saja, tidak dengan tanahnya. Dan, tanahnya pun harus disediakan oleh pemerintah karena KemenPUPR tidak bisa membangun rumah tersebut di atas aset pribadi. Jadi, harus dari pemerintah juga,” kata Isnanta, saat ditemui wartawan di Kemenpora, Kamis 14 Februari 2019.

“Kami sedang komunikasi dengan pemerintah daerah masing-masing. Jadi, daerahnya itu menyediakan tanah. Dulu, kami berpikir hadiah rumah ada tanahnya. Tapi, saat ide tanah dari pribadi, secara aturan ditolak oleh KemenPUPR, karena membangun aset atau rumah tidak bisa dengan tanah pribadi,” lanjutnya.

Sementara itu, peraih medali emas Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dari cabang olahraga pencak silat, Hanifan Yudani Kusumah, meminta kepastian mengenai prosedur bonus rumah dari pemerintah. Sebab, selama ini dia tidak pernah mendapatkan informasi yang pasti.

Ketika dikonfirmasi oleh VIVA mengenai informasi terbaru yang diterimanya, Hanifan mengatakan setiap atlet harus menyiapkan tanah sendiri, dan bangunan akan jadi tanggungan pemerintah.

Padahal, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengklarifikasi prosedur tersebut. Dikatakannya, atlet tidak mungkin diminta menyediakan tanah, sehingga tugas itu dialihkan kepada pemerintah daerah.

“Saya berharap ada kejelasan yang pasti, mungkin dengan cara dikumpulkan semua atlet Asian Games, diberi pengarahan aturannya harus seperti apa. Jangan jadi simpang siur. Kami juga jadi bingung sendiri. Saya tidak pernah dapat informasi yang detail banget,” kata Hanifan saat dihubungi melalui telepon.

Meski begitu, Hanifan menolak untuk menyalahkan Menpora terkait masalah ini. Menurut dia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang seharusnya bertanggung jawab.

“Selama ini sih saya dapat isu dari teman-teman yang dekat dengan pemerintah. Kalau saya sih berharap Menteri PUPR-nya segera membereskan hal ini, jangan malah jadi beban Menpora,” tutur pria berusia 21 tahun tersebut.***[VIVA]

Komentar