23 September 2018
Home / News / Nasional / Timbulkan korban jiwa, bagi-bagi sembako di Monas sarat pelanggaran

Timbulkan korban jiwa, bagi-bagi sembako di Monas sarat pelanggaran

Acara bagi-bagi sembako yang ditaja Forum Untuk Indonesia akhirnya menuai masalah.

Jakarta (RiauNews.com) – Acara bagi-bagi sembako yang dilakukan sekelompok orang mengatasnamakan panitia ‘Forum Untukmu Indonesia’ yang memakan korban meninggal dunia dua orang, sangat disesali Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno.

Korban meninggal tersebut adalah warga Pademangan, Jakarta Barat dan keduanya masih berusia anak-anak.

“Ada dua korban yang mesti kehilangan nyawanya yaitu saudara kita Mahesha Junaedi dan satu lagi, adinda Rizki. Keduanya warga Pademangan,” ujar Sandi.

Selain itu, Sandi juga menyorot acara yang ternyata sarat dengan pelanggaran ini.

Dibeberkan pria yang berlatar belakang pengusaha ini, pelanggaran pertama adalah penggunaan logo DKI Jakarta tanpa izin, padahal iven tersebut tak ada sangkut-pautnya dengan Pemprov DKI.

“Pertama, panitia menggunakan logo resmi Pemprov DKI Jakarta tanpa izin. Jadi saya ingin garisbawahi bahwa ini bukan iven Pemprov DKI,” katanya di Balai Kota, Senin (30/4/2018) malam yang dikutip dari laman Republika.

Kedua, lanjut Sandi, pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Sejak awal, Pemprov tak menyetujui ada pembagian sembako. Seminggu sebelum acara, Pemprov memperingatkan untuk tidak dilakukan acara bagi sembako, namun panitia membangkang.

“Dinas Pariwisata dan Budaya maupun kepala UP Monas sudah menyatakan tidak diperkenankan tapi tetap dilakukan (panitia),” ujar dia.

Kesalahan ketiga dari panitia, kata Sandi, adalah tidak bertanggungjawab terkait kebersihan taman dan prasarana, serta kegiatan di sekeliling area Monas.

Keempat, kenyamanan dari pengunjung tidak diperhatikan hingga terjadi penumpukan pengunjung yang tidak diantisipasi dan tidak terkoordinasi dengan baik, yang akhirnya menimbulkan korban jiwa.

“Terakhir panitia tidak dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga ketertiban,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: