18 Oktober 2018
Home / News / Nasional / Ternyata sudah 20 spesies ikan asli Danau Maninjau punah

Ternyata sudah 20 spesies ikan asli Danau Maninjau punah

Ratusan keramba apung di Danau Maninjau membuat danau di Kabupaten Agam tersebut tercemar sisa pakan.

Lubukbasung (RiauNews.com) – Danau Maninjau yang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ternyata dalam keadaan darurat ekosistem. Hal ini terindikasi dengan punahnya 20 dari 34 spesies asli ikan yang ada di danau terbesar ke dua di provinsi tersebut.

“Ke-14 spesies ikan yang masih bertahan itu jenis rinuak, bada, gupareh, asang, nila, mas, gabus, lobster dan lainnya,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jojo Sudarso di Lubukbasung, Jumat (26/5/2017).

Dilansir laman Antara, Jojo menerangkan ke-20 spesies ikan lainnya seperti jenis betok, sidat, cide-cide dan lainnya sudah punah atau tidak ditemukan lagi di perairan Danau Maninjau.

Punahnya ikan asli danau itu akibat penangkapan ikan secara belebihan yang dilakukan nelayan, dan juga pencemaran serta dimangsa ikan lain.

“Ikan nila, patin dan dan gabus merupakan predaktor ikan dengan ukuran kecil,” katanya.

Agar ke 14 spesies ikan ini tidak benar-benar punah, UPT Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau LIPI telah mencoba membudidayakan jenis ikan asang, bada, rinuak dan gupareh.

Akan ditebar jenis ikan asang sebanyak 40 ribu ekor, bada 100 ribu ekor, gupareh 500 ekor dan rinuak sebanyak 250 ribu ekor.

Dijelaskan juga, Danau Maninjau dengan luas sekitar 9.737,5 hektare yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dengan kondisi tercemar berat akibat pakan ikan dan limbah rumah tangga.

Dengan kondisi ini, katanya, terjadi sebanyak 11 kali kematian ikan keramba jaring apung secara mendadak dengan jumlah sekitar ribuan ton selama 2016.

Untuk mengatasi ini, pemerintah harus mengatur jumlah keramba jaring apung untuk mengatasi pencemaran danau akibat limbah pakan ikan.

Selain itu, limbah rumah tangga harus diolah dulu sebelum masuk ke danau dan petani menggunakan pupuk ramah lingkungan untuk padi dan tanaman lain.

“Kita optimistis kondisi air danau akan kembali pulih apabila ada kemauan dari masyarakat untuk mengurangi jumlah keramba dari 23.000 unit menjadi 6.000 unit, tidak memasukkan limbah rumah tangga ke danau,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: