19 Desember 2018
Home / News / Nasional / Terduga teroris “bagi” ilmu merakit bom di Telegram

Terduga teroris “bagi” ilmu merakit bom di Telegram


Jakarta (RiauNews.com) – Salah seorang terduga teroris yang ditangkap di areal kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Riau (UR), pada Sabtu (2/6/2018) siang, berinisial Z, yang merupakan alumnus Jurusan Pariwisata angkatan 2002 lalu ternyata memiliki kemampuan merakit bom jenis TATP (triaceton triperoxide).

TATP merupakan bom kimiawi yang sangat berbahaya dan memiliki daya ledak tinggi (high explosive). Bom ini “mudah” dibuat tapi sangat sensitif dan tidak stabil.



Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto, di Jakarta pada Sabtu (2/6/2018) malam kepada wartawan menyampaikan, bahwa Z selain mampu merakit bom, juga membagi ilmu tersebut di gurp media sosial Telegram.

Seperti diketahui, selain Z, polisi juga meringkus dua terduga teroris lainnya yang juga alumnus UR, masing-masing B yang merupakan angkatan 2004 Ilmu Komunikasi dan K angkatan 2005 Administasi Negara.

Barang bukti yang disita dari penggeledahan tersebut antara lain dua bom pipa besi, bahan peledak jenis TATP siap pakai, bahan peledak lain, yakni pupuk KN03, sulfur, gula dan arang. Selain itu, tim Densus 88 juga menemukan dua busur panah dan delapan anak panah.

“Ada pula satu pucuk senapan angin dan satu buah granat tangan rakitan,” papar Setyo.

Rencananya, Z ingin melakukan serangan di kantor-kantor pemerintah, yakni di DPR RI dan DPRD, tambah Setyo.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: