20 Februari 2019
Home / News / Nasional / Pernyataan BIN dianggap munculkan kegaduhan baru

Pernyataan BIN dianggap munculkan kegaduhan baru

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Jakarta (RiauNews.com) – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai, BIN hanya memunculkan kegaduhan baru di tengah masyarakat dengan mengungkapkan survei P3M NU. Padahal, menurutnya, informasi intelijen tidak seharusnya diumbar ke publik.

“Pengumuman-pengumuman seperti itu malah akan menimbulkan kecurigaan ya,” kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/11/2018).



Menurutnya, definisi dan kriteria radikalisme yang dimaksud BIN tidak jelas. Ia menganggap perlu ada penjelasan lebih lanjut terkait kriteria radikalisme tersebut. Selain itu, politikus Partai Gerindra tersebut juga menilai perlu evaluasi terkait program deradikalisasi yang didanai APBN.

“Jadi harusnya program itu yang dievaluasi apakah program (deradikalisasi) ini berjalan atau tidak gitu,” tuturnya.

Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengkritisi BIN. Menurut Mustafa BIN seharusnya dapat memilah dan memilih terlebih dahulu terkait informasi apa saja yang akan disampaikan ke masyarakat.

“Bukan menjadi informasi mentah yang dilempar ke publik lalu menjadi kontroversi itu yang kemudian membuat suasana justru menjadi tidak stabil, kita bisa saling curiga saling tuding menuding,” kata Mustafa di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/11).

Mustafa menganggap informasi intelijen itulah yang kemuduian diolah untuk kemudian dibuatkan kebijakannya. Menurutnya, kebijakan itulah yang kemudian disampaikan kepada publik.

“Tentu saja sebijak-bijaknya namanya kebijakan harus bijak bagaimana kemudian membuat suasana yang kondusif, apalagi ini sekarang bulan-bulan, hari-hari menjelang pemilu 2019 pileg, pilpres, pemilihan DPD,” tuturnya.

Anggota parlemen tersebut berharap pemerintah lebih kompak dan dapat melihat segala persoalan secara utuh. Kemudian pemerintah bisa membuat kebijakan yang lebih bijak.

“Masjid-masjid itu kan tempat orang untuk mendekatkan diri kepada yang maha kuasa untuk menenangkan diri untuk memperdalam keyakinannya, jangan sampai kemudian menjadi permasalahan kepada umat-umat tertentu lalu akhirnya kegiatan agama yang seyogiyanya menjadi kontributor bagi stabilitas politik justru malah menjadi sesuatu yang tidak kontributif,” ucapnya.***

Sumber: Republika

Komentar
%d blogger menyukai ini: