17 Desember 2018
Home / News / Nasional / Pengamat nilai alat bukti polisi untuk menjerat Habib Rizieq masih simpang siur

Pengamat nilai alat bukti polisi untuk menjerat Habib Rizieq masih simpang siur

Habib Rizieq

Jakarta (RiauNews.com) – Usai menetapkan sebagai tersangka dan kemudian mengeluarkan surat perintah penangkapan, pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan interpol dan mengeluarkan red notice, karena Habib Rizieq terindikasi berada di luar negeri.

Menanggapi langkah cepat tersebut, pengamat hukum pidana Muhammad Mudzakkir menilai, pihak kepolisian seharusnya membuktikan terlebih dahulu penetapan status tersangka terhadap Habib Rizieq, sebelum menerbitkan red notice.

“Simpang siurnya alat bukti yang menjadi dasar tuduhan polisi, harus sesuai dengan prosedur hukum yang tercantum dalam undang-undang,” kata Mudzakkir dilansir laman Republika.

Menurutnya, jika pesan singkat yang diduga mengandung konten pornografi itu hanya dilakukan berdua dan menggunakan perangkat pribadi, maka tidak ada tindak pidana yang dapat menjerat tindakan tersebut. Sedangkan, jika obrolan tersebut masuk ke ranah publik, maka orang yang berhak dihukum adalah orang yang menyebarluaskan obrolan pribadi tersebut.

“Maka yang dosa besar dan berhak dihukum pidana dalam UU ITE adalah orang tersebut (yang menyebarluaskan),” jelas Mudzakkir.

Posisi Habib Rizieq, kata Mudzakkir adalah korban. Dia menganggap, tersebarnya isi pesan singkat yang saat ini diduga menjadi alat bukti elektronik polisi dalam menetapkan status tersangka tersebut sebenarnya adalah tindak pelanggaran hak privasi.

“Dan orang yang hak privasinya telah dilanggar, maka ditempatkan sebagai korban dan berhak mendapatkan perlindungan hukum,” ujarnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: