23 September 2018
Home / News / Nasional / Ombudsman RI temukan TKA Cina jadi buruh kasar dan sopir

Ombudsman RI temukan TKA Cina jadi buruh kasar dan sopir

Ombudsman RI saat melakukan konferesni pers. (Kredit: Kompas)

Jakarta (RiauNews.com) – Presiden Joko Widodo mengklaim bahwa Perpres 20/2018 yang memberikan kemudahan kepada tenaga kerja asing (TKA) untuk bekerja di Indonesia, takkan mengancam lapangan kerja yang seharusnya bisa diisi putra-putri bangsa. Sebab, yang didatangkan adalah tenaga ahli.

Namun kenyataan di lapangan berbeda. Tak sekadar menerima laporan dari masyarakat atau pemberitaan di media Ombudsman Republik Indonesia (ORI) melakukan investigasi langsung mengenai keberadaan TKA di tanah air.



Investigasi yang berlangsung selama bulan Juni hingga Desember 2017 lalu, dilakukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau.

Hasilnya, Ombudsman menemukan ada ketidaksesuaian data TKA antara yang dimiliki pemerintah dan temuan di lapangan.

Seperti yang diwartakan Kompas.com, Ombudsman juga menemukan sejumlah kebijakan pemerintah justru memicu banjirnya TKA baik legal maupun ilegal ke Indonesia.

Dalam jumpa pers di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (26/4/2018), Komisioner ORI Laode Ida memaparkan sejumlah kejanggalan tersebut, salah satunya adalah dominasi TKA asal Cina dan penempatannya dari buruh kasar hingga sopir.

“Di Morowali sekitar 200 supir angkutan barang adalah TKA. Itu yang terjadi. Masa orang kita jadi sopir saja enggak bisa,” kata dia.

Laode mengatakan, hal ini jelas menyalahi aturan yang menyebut bahwa TKA harus memiliki keahlian khusus dan menduduki level manajer keatas.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: