23 September 2018
Home / News / Nasional / Menurut Polri, penggerebekan terduga teroris di kampus sudah sesuai SOP

Menurut Polri, penggerebekan terduga teroris di kampus sudah sesuai SOP

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal.

Jakarta (RiauNews.com) – Menanggapi adanya komentar masyarakat yang mengatakan bahwa polisi sudah melanggar prosedur saat melakukan penggerebekan terduga teroris di dalam kampus Universitas Riau, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, penggerebekan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri pada Sabtu (2/6/2018) tersebut sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Itu sudah sesuai SOP ya, penggerebekan dilakukan tidak sedang kuliah, tidak sedang belajar mengajar,” ujar Iqbal, Ahad (3/6).



Sebagaimana dilansir laman Republika, Iqbal menjelaskan, penggerebekan itu dilakukan bukan tanpa alasan. Menurutnya, seluruh barang bukti yang diamankan pun ada di dalam lingkungan kampus.

Pelaku, yang sebenarnya bukan lagi mahasiswa perguruan tinggi setempat, namun beraktivitas di kampus. Sehingga, pendekatan yang dilakukan Densus 88 Antiteror menurutnya sudah mempertimbangkan hal tersebut.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan awal kepada tersangka, tersangka memilih lingkungan kampus, karena dinilai ‘aman’. Dalam hal ini, aman yang dimaksud adalah, bahwa tersangka mengira dengan ia bersembunyi di kampus, maka akan meminimalisasi pengawasan aparat.

Lalu, lanjut Iqbal, para tersangka mudah merakit bom karena ada beberapa serbuk serbuk yang diambil dari laboratorium.

“Dari hasil penyelidikan kita tahu bahwa kelompok mereka sangat berbahaya makanya sudah SOP pada kelompok kelompok itu harus dengan strategi khusus,” kata dia.

Iqbal pun membantah bahwa penggerebekan ini merupakan suatu bentuk represi terhadap lingkungan kampus. Menurutnya, untuk menindak kelompok terorisme semacam ini, perlu strategi khusus, dan tidak mencederai nilai-nilai di dalam kampus. Hal ini pun diterapkan bukan hanya di lingkungan kampus.

“Kalau misalnya di rumah ibadah, kalau ada kejahatan yang harus dilakukan penegakan hukum kita SOP nya juga pas tidak lagi kegiatan agama (penggerebekannya), ini di kampus juga tidak sedang belajar,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya mempertanyakan lamgkah penggerebekan Densus 88 Antiteror di lingkungan Kampus Universitas Riau pada Sabtu (2/6). Menurut Harits penggerebekan seyogyanya dilakukan di luar lingkungan kampus.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: