23 September 2018
Home / News / Nasional / Mengenal bom TATP yang dirakit terduga teroris alumnus Universitas Riau

Mengenal bom TATP yang dirakit terduga teroris alumnus Universitas Riau

Barang bukti bom dan bahan pembuat bom TATP yang disita dari Gedung Gelanggang Mahasiswa Fisip Universitas Riau. (Kredit: Kompas)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Terduga teroris yang digerebek di areal kampus Universitas Riau, pada Sabtu (2/6/2018) kemarin, diketahui memiliki keahlian merakit bom jenis TATP (triaceton triperoxide).

Dikutip dari Wikipedia, TATP dihasilkan dari oksidasi aseton peroksida (acetone peroxide), yakni peroksida organik dan berdaya ledak tinggi primer.



Aseton peroksida berbentuk bubuk kristal putih dengan bau seperti pemutih yang khas (ketika tidak murni) atau bau seperti buah ketika murni dan dapat meledak jika terkena panas hingga 80oC, gesekan, listrik statis, asam sulfat pekat, radiasi UV yang kuat atau kejutan.

Sebagai peledak non-nitrogen, TATP secara historis lebih sulit dideteksi, dan telah digunakan sebagai bahan peledak dalam beberapa serangan teroris sejak tahun 2001.

Acetone peroxide dalam bentuk serbuk (kiri), dan rangkaian tiga dimensi trimer/triaceton triperoxide. (Kredit: Wikipedia)

TATP menjadi objek yang menarik bagi para teroris, karena mudah didapatkan dari berbagai bahan, seperti hair bleach dan penghapus cat kuku atau tinner cat.

TATP semakin populer karena juga mampu melewati detektor, sebab merupakan bahan peledak tinggi yang tidak mengandung nitrogen dan karena itu dapat lewat tanpa terdeteksi melalui pemindai bom tradisional yang dirancang untuk mendeteksi bahan peledak nitrogen. Namun beberapa perangkat pendeteksi untuk TATP kini telah dikembangkan.

Beberapa serangan teroris yang menggunakan TATP, antara lain bom bunuh diri di London, Inggris, pada 7 Juli 2005 yang menewaskan 52 orang dan menewaskan 700 orang lainnya.

Selain itu juga ada serangan bom Paris pada November 2015, 2016 di Brussel dan Manchester Arena, serta yang terbaru di Surabaya pada 13 Mei 2018 lalu.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: