23 Oktober 2018
Home / News / Nasional / LSM Arus Pelangi kecam penangkapan di Atlantis Gym

LSM Arus Pelangi kecam penangkapan di Atlantis Gym

Yuli Rustinawati, penggiat LGBT Indonesia lewat LSM Arus Pelangi.

Jakarta (RiauNews.com) – Terkait diamankannya 141 orang dari pusat kebugaran Atlantis Gym di Jakarta Utara, dan polisi akhirnya menetapkan 10 orang tersangka dalam kasus dugaan tindakan asusila, mendapat tanggapan dari pegiat LSM Arus Pelangi, Yuli Rustinawati.

Menurut wanita yang mendukung hubungan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) ini meyakini rentetan proses hukum yang diterapkan terhadap kaum LGBT dalam dua tahun terakhir, kuat mengindikasikan bahwa mereka makin ‘dipinggirkan’.

“Dalam dua tahun terakhir, atau satu bulan terakhir, orang-orang yang dicurigai LGBT, tidak mendapatkan perlindungan yang baik,” kata Yuli dilansir BBC Indonesia, Senin (22/5/2017).

Pada akhir April lalu, polisi menggerebek apa yang disebut sebagai tindakan asusila kelompok LGBT di sebuah hotel di Surabaya, dan menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Di Aceh, dua pria yang ditangkap oleh warga karena dituding melakukan hubungan seks sejenis pada akhir Maret lalu, telah dihukum masing-masing 85 kali cambuk oleh majelis hakim Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh, Rabu (17/05) lalu. Rencananya, hukuman cambuk akan digelar Selasa (23/05).

“Sedang ada “penyerangan” terhadap orang-orang LGBT yang ingin mendapatkan haknya, sama seperti warga negara Indonesia lainnya, tetapi pemerintah sangat tidak melindungi,” tegas Yuli, kelahiran 1975.

Puncaknya, demikian menurut penerima penghargaan Felipa De Sousa 2016 dari lembaga Outright International ini, adalah peristiwa penggerebekan secara “tidak manusiawi” dan “sewenang-wenang” terhadap 141 orang di sebuah pusat kebugaran di Jakarta Utara.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: