19 Desember 2018
Home / News / Nasional / Libatkan anak kecil, bom Surabaya di luar batas kemanusiaan

Libatkan anak kecil, bom Surabaya di luar batas kemanusiaan

Anggota gegana Polri saat melakukan pengamanan lokasi ledakan bom di Surabaya, Ahad (13/5/2018). (Kredit: Antara)

Surabaya (RiauNews.com) – Peristiwa serangan bom yang menyasar tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur pada Ahad (13/5/2018) pagi, dikutuk oleh segenap bangsa Indonesia.

Presiden Joko Widodo yang turut mengutuk keras aksi bom bunuh diri mengatakan bahwa tindakan para pelaku terorisme itu sungguh biadab.



“Aksi ini sungguh keji karena menimbulkan korban anggota masyarakat anggota kepolisian dan juga anak anak yang tidak berdosa. Selain itu melibatkan anak-anak dalam aksi bom bunuh diri ini sungguh sangat tidak manusiawi,” tutur Jokowi dengan nada geram, ketika meninjau langsung lokasi peristiwa pengeboman tersebut pada Ahad siang.

Diketahui, dari pengakuan beberapa saksi, pelaku bom bunuh diri juga membawa dua orang anak yang berusia kurang dari 10 tahun.

Jokowi sepakat, aksi terorisme bukanlah karena berlatar agama. Karena dia meyakini, tidak ada satupun agama di dunia maupun di Indonesia yang membolehkan aksi bom bunuh diri seperti yang terjadi di Surabaya pagi ini.

“Terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya,” ucapnya.

Jumlah korban yang tewas akibat bom bunuh diri di sejumlah gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Ahad (13/5/2018) pagi, bertambah menjadi 13 orang. Sementara korban yang mengalami luka-luka yang tercatat hingga saat ini menjadi 43 orang.

Ledakan bom pertama kali terjadi di Gereja Santa Maria di Jalan Ngagel, sekitar pukul 06.30 WIB. Ledakan bom kedua terjadi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, sekitar pukul 07.15 WIB. Terakhir, aksi teror bom terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna pada pukul 07.53 WIB.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: