18 November 2018
Home / News / Nasional / Habib Rizieq peringatkan Kapitra karena bukan lagi pengacaranya

Habib Rizieq peringatkan Kapitra karena bukan lagi pengacaranya

Caleg PDI-P, Kapitra Ampera dipecat Habib Rizieq Syihab dari tim pengacaranya, dan diperingatkan untuk tak lagi berbicara atas namanya. (Kredit: Liputan6)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Selain mengklarifikasi kejadian yang menimpanya di Makkah, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) juga memberikan peringatan pada mantan pengacaranya, Kapitra Ampera, untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang mengatasnamakan dirinya.

“Kepada Saudara Kapitra, saya ingin ingatkan dari kota suci Makkah Al Mukarramah ini, anda jangan memberikan keterangan apapun atas nama saya. Anda bukan lagi pengacara saya,” tegas Habib Rizieq dalam video yang diunggah ke Youtube lewat channel Front TV secara liva, Jumat (9/11/2018).



HRS kemudian menjelaskan bahwa tim pengacaranya yang resmi saat ini dipimpin oleh Sugito SH, dan dia sudah memberikan instruksi pada Sugito siapapun dari pengacaranya yang lama yang sudah berubah haluan dan tidak lagi sejalan, untuk dicoret dari daftar pengacaranya.

Meski demikian, HRS tetap menganggap Kapitra sebagai kawannya dan tetap menghormati, walaupun sudah berbeda jalan. Sembari mengatakan Kapitra ngawur dengan mengatakan bahwa ada penggeledahan di rumahnya oleh polisi Arab Saudi.

“Keterangan anda sudah ngawur dengan mengatakan ada penggeledahan di rumah saya. Tidak ada. Jangan melakukan fitnah kepada Kepolisian Saudi Arabia,” tambah HRS.

Jangankan menggeledah, lanjut Habib Rizieq, melewati pintu rumahnya pun tidak dilakukan polisi Arab Saudi. Bahkan berada jauh, sekitar 30 meter dari pintu belakang rumahnya.

Dilansir dari Tribunnews pada 7 November 2018, Kapitra Ampera membenarkan Habib Rizieq sempat dimintai konfirmasi oleh pihak kepolisian Arab Saudi.

Kapitra menerangkan Habib Rizieq hanya dimintai konfirmasi karena adanya bendera yang terpasang di dinding kediaman Habib Rizieq di Arab Saudi.

Seperti diketahui, Kapitra Ampera saat ini menjadi caleg DPR-RI dari PDI-P.

Kapitra pernah menjadi salah satu motor gerakan 212 yang menuntut proses hukum pada Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

Setelah masuk ke PDIP, Kapitra sadar citra partai itu sama sekali jauh dari PKI dan anti-Islam yang selama ini digaungkan. Menurutnya tudingan-tudingan semacam itu menyesatkan.*** (ilva)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: