23 September 2018
Home / News / Nasional / Danau Maninjau terancam jadi danau mati

Danau Maninjau terancam jadi danau mati

Puluhan ribu ikan kerap mati di Danau Maninjau. (Kredit: Antara)

Lubuk Basung (RiauNews.com) – Bagi sebagian besar kita tentu tak asing dengan Laut Mati yang ada di Timur Tengah, tepatnya antara Wilayah Otoritas Palestina dengan Yordania. Laut Mati sebenarnya danau besar yang lokasinya lebih rendanh dari permukaan laut dengan kadar kandungan garamnya begitu tinggi, bahkan lebih tinggi dari air laut, sehingga hampir tak ada makhluk air yang hidup di dalamnya.

Kini, Laut Mati tampaknya akan ada “saudara” yang berasal dari Sumatera Barat, yakni Danau Maninjau, yang diperkirakan akan menjadi danau mati. Mengapa demikian?



Dilansir oleh laman Harian Singgalang, danau yang merupakan kaldera gunung api purba dan terbentuk akibat letusan gunung berapi jutaan tahun lalu ini dahulunya dikenal begitu indah, airnya jernih, banyak wisatawan, baik lokal maupun domestik atau manca negara. Tapi sekarang tidak ditengok lagi.

Tidak berseleranya wisatawan datang ke danau yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, untuk menikmati keindahan alamnya, karena lingkungan Danau Maninjau semakin rusak. Airnya keruh bercampur hijau seperti berlumut dan berbau amis. Orang menyebut Danau Maninjau itu menjadi danau mati.

Kini tidak ada lagi aktivitas penduduk lokal mencari rinuak dan pensi. Dua jenis hewan air khas danau tersebut yang sebelumnya sumber ekonomi sebagian penduduk itu, tidak ada lagi.

Walinagari Koto Malintang Nazarudin Dt. Tuo menyebutkan, dari pengamatannya, dari sejumlah keramba aring apung (KJA) yang ada sekarang ini banyak yang tidak aktif, disebabkan ikan-ikan tidak mau hidup lagi.

Menurut catatan Penyuluh Perikanan Kecamatan Tanjung Raya, Asrul, jumlah KJA saat ini sebanyak 18 ribu petak. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya yang hanya 17 ribu petak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam Ermanto ketika dihubungi wartawan terkesan tak peduli lagi dengan Danau Maninjau.

“Untuk apalagi diurus Danau Maninjau itu, orangnya tidak mau diberi petunjuk,” ujar Ermanto, kecewa dengan pengusaha KJA di Danau Maninjau itu.

Seperti diketahui, banyaknya KJA di danau yang berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut ini telah mengakibatkan pencemaran air. Sumber pencemaran berasal dari sisa pakan yang tidak termakan oleh ikan menumpuk di dasar danau.

Ini menjadi sumber makanan bagi sejenis alga/lumut yang mengakibatkan air Danau Maninjau terlihat hijau.

Selain itu, jika terjadi musim penghujan yang disertai angin kencang, maka riak air danau akan mengaduk endapan tadi yang mengakibatkan air menjadi keruh dan kurang oksigen. Sehingga tak heran saban tahun kerap terjadi kematian massal dari ikan-ikan yang ada di keramba maupun ikan asli danau tersebut.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: