19 Desember 2018
Home / News / Nasional / Bentrok massa di Jogja gara-gara tulisan ini

Bentrok massa di Jogja gara-gara tulisan ini

Coretan yang dibuat para pendemo membuat warga Jogjakarta emosi dan akhirnya bentrok. (Kredit: Republika)

Jogjakarta (RiauNews.com) – Aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, Selasa (1/5/2018), di Jogjakarta berakhir rusuh. Para pendemo terlibat bentrok dengan warga pada sore hari dan aparat kepolisian pada malamnya.

Adapun yang menjadi pemico bentrok dengan warga adalah tulisan-tulisan yang dibuat para pendemo bernada hinaan pada Sri Sultan Hamengku Buwono X, raja Kesultanan Jogja.



Dikutip dari laman Republika, salah seorang warga sekitar bernama Refan mengungkapkan, amarah warga tidak tertahankan lagi saat sejumlah pendemo melakukan coretan-coretan bernada hinaan kepada Sri Sultan. Coretan itu masih terlihat di sejumlah titik seperti pagar dinding UIN dan dinding belakang Pos Polisi.

“Warga sebenarnya tidak emosi kalau tidak ada tulisan, di balik itu (Pos) kan ada tulisan ‘Bunuh Sultan’, nah itu warga yang tidak suka itu, makanya warga emosi akhirnya,” kata Refan

Bentrokan tidak terelakkan dan warga mulai mendapat pelemparan batu. Ia menuturkan, terlihat pula pendemo telah mempersiapkan sejumlah molotov yang dibawa, dan belakangan diarahkan ke Pos Polisi di pertigaan seberang UIN.

Ia mengatakan, sebenarnya warga tidak masalah jika ada demo, asal tertib dan tidak membuat macet. Tapi, lanjut Refan, ini sudah kebangetan karena sepertinya sudah dilakukan persiapan untuk rusuh, dan arah demonya semakin tidak jelas. Lebih lanjut, warga sekitar lain yang ada di lokasi menuturkan, sebenarnya warga tidak masalah dengan aspirasi menuntut Presiden Jokowi turun atau penolakan terhadap pembangunan Bandar Udara Internasional NYIA di Kulonprogo.

“Kita sebagai orang Jogja jelas tidak terima Sultan kita dibegitukan, kalau dia orang Jogja tidak mungkin begitu,” pungkas Refan.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: