Home / News / Nasional / Alquran jangan dijadikan barang bukti

Alquran jangan dijadikan barang bukti

Alquran

Jakarta (RiauNews.com) – Beberapa hari belakangan ini muncul petisi yang meminta penegak hukum tidak menjadikan Alquran sebagai barang bukti. Sebab Alquran adalah kita suci umat Islam yang dianggap tidak patut dijadikan sebagai barang bukti dalam sebuah kasus.

Petisi ini menanggapi kerapnya aparat hukum menyebut Alquran sebagai barang bukti dalam penggerebekan terduga teroris.



“Wahai aparat penegak hukum; Alquran adalah kitab suci umat Islam. Alquran adalah wahyu Allah Swt. Adalah tidak pantas dan tidak benar menjadikan Alquran sebagai barang bukti kejahatan. Ada banyak barang yang ditemukan di suatu TKP yang tidak terkait dengan kejahatan yang terjadi, tetapi mengapa Alquran yang suci itu dikelompokkan ke dalam barang bukti? Bukankah dalam setiap persidangan terorisme, tidak pernah Alquran dijadikan bukti valid yang mendukung tindakan teroris tersebut? Mengapa kesalahan hina ini terus menerus dilakukan. Untuk apa?” tulis Umat Islam, nama yang tercantum sebagai pembuat petisi di Change.org.

Menanggapi hal ini, mantan ketua Muhammadiyah dan mantan ketua umum MUI, Din Syamsuddin ikut angkat bicara. Dia pun setuju dengan keinginan petisi tersebut agar kitab suci tak dijadikan barang bukti.

“Ya sebaiknya janganlah. Saya setuju Alquran jangan jadi barang bukti, saya setuju. Itu kitab suci yang seyogyanya sudah ada di rumah seorang Muslim,” kata Din di Istana Negara, Jumat (18/5/2018) seperti dikutip dari Republika.

Hingga sekitar pukul 22.30 WIB petisi ini berhasil mendapatkan dukungan tandatangan dari masyarakat mencapai 4.412. Dukungan ini diharap bisa mencapai 5.000 orang.

Terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menerima masukan agar Alquran tidak dijadikan barang bukti dalam kejahatan terorisme. Evaluasi internal bakal dilakukan secara profesional.

“Nanti kita evaluasi. Terima kasih masukannya,” ujar Setyo di Kompleks Mabes Polri.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: