21 Agustus 2018
Home / News / Kesehatan / Sperma bisa buat kulit awet muda, berani coba?

Sperma bisa buat kulit awet muda, berani coba?

(ilustrasi penggunaan masker untuk kecantikan wajah)

RiauNews.com – Bagi wanita, terutama wanita karir dan menginjak usia 30-an, perawatan kulit menjadi perhatian utama agar selalu terlihat muda, kencang dan sehat. Berbagai cara ditempuh, seperti mengkonsumsi suplemen, menggunakan produk kosmetik, luluran ke spa atau di rumah dan menggunakan masker pada wajah.

Namun, kini ada metode alami yang diklaim bisa membuat kulit tampak lebih muda, yakni dengan menggunakan sperma. Ups… tunggu dulu, sperma?



Di kutip dari laman Tirto.id, penggunaan cairan sperma dalam perawatan kecantikan sebenarnya sudah lama. Awalnya, perawatan ini dilakukan dengan menjadikan sperma sebagai masker atau yang lebih dikenal sebagai “facial sperma”. Beberapa spa di New York juga telah memasukkannya sebagai daftar treatment yang bisa dipesan oleh para pasien.

Contohnya yang dilakukan klinik kecantikan Norwegia, Bioforskning. Seperti dilaporkan New York Magazine, klinik ini mengaku kebanjiran pesanan dari para sosialita yang ingin mencoba manfaat dari facial sperma.

Untuk sekali facial, Bioforskning mematok harga sebesar $250 atau setara dengan Rp3 juta. Tapi, jangan bayangkan klinik ini melakukan cara yang sama seperti Tracy dengan langsung mengaplikasikan sperma ke wajahnya. Bioforskning hanya mengoleskan krim yang mengandung sperma ke wajah para pasiennya dengan ultrasound dan sinar inframerah.

Waktu pemakaian juga relatif singkat. Jika masker biasa diutuhkan waktu 20 hingga 30 menit, masker sperma hanya memerlukan waktu 10 menit untuk hasil yang sempurna.

Selain membikin awet muda, masker sperma juga diklaim bisa memberbaiki permasalahan kulit wajah seperti jerawat, keriput dan flek hitam.

Menurut ahli dermatologi Oscar Hevia, kandungan sperma yang terdiri dari enzim proteolitik didesain menghancurkan protein. Jika diaplikasikan dalam perawatan kecantikan yang tak lazim ini, enzim tersebut dapat memecah lapisan kulit mati akibat sinar matahari sehingga menghasilkan kulit yang lebih lembut.

Mungkin ada orang yang merasa jijik dan ingin muntah begitu mengetahui adanya perawatan kecantikan menggunakan cairan sperma yang diaplikasikan di wajah. Orang lain juga mungkin menyangsikan segala manfaat yang dipaparkan para penggila perawatan sperma, dengan alasan perawatan itu terdengar “tidak logis”.

Memang, belum menemukan sumber ilmiah yang menghubungkan spermidin pada kulit secara topikal seperti pada masker-masker itu. Tapi, ada hasil studi dalam jurnal Nature Medicine yang menghubungkan antara konsumsi spermidin dengan proses penuaan. Menurut studi tersebut, tikus-tikus yang diasupi spermidin dalam air minumnya lebih panjang umur.

“Tikus itu tak hanya lebih panjang umur saat kami memasukkan spermidin ke air minum, tapi tikus-tikus itu juga fungsi jantungnya lebih sehat,” kata Dr. Frank Mateo, salah satu peneliti dari Medical University of Graz in Austria itu, kepada Medical Daily.

Memang, Mateo belum mengujicobakannya pada manusia. Tapi menurutnya, jumlah spermidin pada serum darah manusia menurun, kecuali pada mereka yang mencapai usia 100. Hal itu bisa menjadi indikator bahwa suplemen spermidin punya peran dalam (mencegah) proses penuaan.

Bagi Anda yang merasa jijik dan ogah melakukan perawatan ini tak perlu khawatir. Spermidin tak hanya ada dalam cairan sperma saja. Ia dapat ditemukan dalam keju, jamur, gandum utuh, kacang polong, jagung, kacang kedelai, dan biji-bijian.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: