Home / News / Kesehatan / Mengenal Leukemia lebih dekat

Mengenal Leukemia lebih dekat

Indikasi Leukemia

Indikasi leukemia yang perlu diwaspadai antara lain: merasa lemas, kelelahan, gampang memar atau berdarah, gampang infeksi, dan sering mimisan. Ingatlah bahwa kebanyakan keluhan tersebut tidak disebabkan oleh kanker, tetapi ada baiknya pastikan dulu dengan periksa ke dokter.

Seraya sel-sel kanker menumpuk di sumsum tulang, mereka bisa melebihi jumlah sel-sel pembentuk darah yang masih sehat. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang cukup.

Hal itu bisa terlihat dari keluhan-keluhan fisik yang dialami anak. Bila sel-sel kanker sudah menyerang bagian tubuh lain, itu juga bisa menimbulkan gejala-gejala.

  • Rasa nyeri di tulang atau persendian
  • Perut membengkak
  • Tidak ada nafsu makan dan berat badan turun
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Batuk-batuk atau kesulitan bernapas
  • Sakit kepala, kejang-kejang, muntah-muntah
  • Bintik-bintik merah di kulit

Jika berhasil mendeteksi dini gejala kanker, maka pengobatan leukemia bisa cepat dilakukan. Gejala kanker pada anak biasanya ditimbulkan oleh masalah pada sumsum tulang, lokasi awal kanker bertumbuh.

Saat Kekurangan Sel Darah Merah (Anemia)

Sel darah merah bertugas membawa oksigen ke seluruh sel-sel di dalam tubuh. Kekurangan jumlah sel darah merah (anemia) dapat menyebabkan:

  • Merasa lemas (kelelahan)
  • Merasa lemah
  • Merasa kedinginan
  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Kulit pucat

Kekurangan sel darah merah akan membuat penderitanya terlihat pucat, warna kulit tampak putih tidak wajar yang mengarah pada kondisi warna pucat keabu-abuan. Penderita bahkan dapat jatuh pingsan dengan mudahnya.

Saat Kekurangan Sel darah Putih (Leukopenia)

Akibat kekurangan sel darah putih, anak mungkin akan mengalami infeksi berulang kali. Anak penderita kanker leukemia bisa mengalami infeksi yang susah sembuh atau yang kambuh-kambuhan.

Walaupun hasil tes darah menunjukkan bahwa sel darah putih mereka ada dalam jumlah tinggi, tetapi itu karena mereka memiliki banyak sel-sel kanker. Dan sel-sel kanker tidak dapat melindungi anak dari infeksi, sebagaimana yang dilakukan oleh sel darah putih normal.

Selain itu, demam juga sering menjadi ciri-ciri leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan). Itu karena demam biasanya adalah tanda-tanda utama adanya infeksi pada tubuh. Namun ada beberapa anak yang mengalami infeksi tanpa demam.

Saat Kekurangan Keping Darah (Trombositopenia)

Keping darah atau Trombosit dalam darah berfungsi membantu menghentikan pendarahan. Karena itu, jika seorang anak kekurangan jumlah trombosit, ia akan mengalami:

  • Gampang memar dan berdarah
  • Mimisan yang sering terjadi atau yang parah
  • Gusi berdarah

Memang pendarahan yang terjadi tidak sampai mengucur deras, hanya saja jika dibiarkan tanpa pengobatan. Penderitanya dapat mengalami komplikasi gangguan kesehatan lain yang berkaitan dengan kekurangan keping darah.

Ingatlah bahwa sebagian besar dari ciri-ciri leukemia pada anak (bayi), orang tua (lansia), pria (laki-laki), serta wanita (perempuan) yang disebutkan di atas tidak selalu menandakan adanya kanker. Lebih seringnya keluhan-keluhan itu disebabkan oleh masalah kesehatan lain yang bukan kanker. Namun lebih baik mengantisipasinya dengan memeriksakan gejala-gejala tersebut ke dokter agar bisa cepat ditangani jika perlu.

 

Pengobatan Leukemia

Pengobatan leukemia ialah menjalani kemoterapi. Pada kasus anak yang berisiko tinggi, tindakan kemoterapi dosis tinggi hendaknya dilakukan bersama dengan prosedur transplantasi sel induk. Perawatan lain seperti obat tertarget, pembedahan, imunoterapi, maupun terapi radiasi dapat digunakan pada kondisi khusus.

Namun sayangnya beberapa kasus kanker pada anak justru disebabkan oleh perawatan radiasi dan kemoterapi, atau karena konsumsi obat penekan sistem kekebalan. Sebab itu, para dokter masih mencari-cari cara untuk mengobati pasien kanker dan penerima transplantasi organ yang tidak menimbulkan risiko kanker.

Akan tetapi untuk saat ini, manfaat dari perawatan untuk kanker ganas (seperti kemoterapi dan radiasi) serta prosedur transplantasi organ, masih lebih besar daripada risiko leukemia yang ditimbulkannya.

Dan paparan radiasi yang digunakan untuk pemeriksaan sinar-X atau CT scan pada ibu hamil sekarang kadarnya jauh lebih rendah daripada dulu. Jika memang muncul risiko kanker akibat pemeriksaan itu, kemungkinan besar risikonya sangat kecil. Namun agar aman, kebanyakan dokter menyarankan agar ibu hamil dan anak-anak tidak melakukan pemeriksaan semacam itu jika memang tidak terlalu butuh.

Sebagai pendukung pengobatan kanker, konsumsi herbal Sarang Semut dapat dikonsumsi. Namun, perlu diketahui konsumsi herbal ini dapat dilakukan pada anak yang berusia lebih dari 5 tahun. Herbal ini akan membantu tubuh penderita kanker agar dapat pulih kembali.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: