25 September 2018
Home / News / Kesehatan / Hobi mencet komedo? Sebaiknya mulai sekarang hati-hati

Hobi mencet komedo? Sebaiknya mulai sekarang hati-hati

(ilustrasi memencet komedo)

RiauNews.com – Komedo bagi sebagian orang bisa menjadi sesuatu yang menjengkelkan, bahkan ada yang berusaha menghilangkan dengan memencetnya, karena tak bisa tuntas dihilangkan dengan produk skincare di pasaran.

Komedo terjadi akibat penumpukan sel kulit mati, minyak, keringat, dan juga kotoran, yang menyumbat pori-pori. Ada komedo yang tampak seperti titik-titik kehitaman (blackhead) atau mirip jerawat kecil (whitehead).



Seperti halnya jerawat, banyak juga orang yang punya kebiasaan memencet komedo untuk mengeluarkan isinya. Namun, memencet komedo sendiri sebenarnya tak disarankan.

“Ekstraksi atau memencet komedo seharusnya tidak dilakukan dengan tangan, tapi alat-alat khusus di klinik,” kata Dr.Michele Farber, ahli dermatologi, sebagaimana dikutip RiauNews.com dari laman Kompas.

Menurut dia, tujuan dari ekstraksi adalah mengeluarkan isi komedo untuk membersihkan kulit atau mempercepat penyembuhan jerawat.

Jika ekstraksi tidak dilakukan dengan tepat, dampaknya makin buruk bagi kulit. Efek terburuk adalah ada bekas luka (skar) atau kita justru mendorong masuk bakteri lebih dalam ke kulit, yang akhirnya jadi jerawat.

“Jika kita mendorong ke arah yang salah atau terlalu agresif, kita bisa mendorong isinya ke dalam kulit sehingga folikel makin meradang. Ini akan memicu jerawat,” tambahnya.

Apalagi jika kita terlalu sering memencet titik komedo yang sama, risiko terbentuknya skar makin besar.

Kapan komedo harus dikeluarkan? Ternyata berbeda-beda pada setiap orang. Untuk pemilik kulit normal, sebulan sekali cukup. Namun, untuk yang kulitnya berminyak bisa melakukannya dua kali sebulan.

Para ahli merekomendasikan agar mengeluarkan komedo tidak dilakukan di rumah. “Kamu tidak harus ke dokter kulit untuk mengeluarkan komedo. Jika ingin ke salon tidak masalah, tapi pastikan mereka memang berkompeten dan higienis,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: