Home / News / Internasional / Utusan PBB kutuk pembantaian warga Palestina oleh Israel

Utusan PBB kutuk pembantaian warga Palestina oleh Israel

Tentara Israel menembaki warga Palestina dengan peluru dan gas air mata yang menentang pemindahan Kedubes AS untuk ISrael ke Yerusalem. (Kredit: Reuters)

New York (RiauNews.com) – Tindakan tentara Israel yang menembaki warga Palestina dalam demonstrasi menentang pemindahan Kedutaan Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Senin (14/5/2018) lalu, dikutuk oleh Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov.

Dalam penjelasan kepada Dewan Keamanan, Mladenov mengatakan Senin itu adalah “hari tragedi” buat rakyat Palestina di Jalur Gaza. Ia merujuk kepada bentrokan bergelimang darah di dekat pagar perbatasan dengan Israel.



“Tak ada kata lain yang bisa menggambarkan apa yang sesungguhnya terjadi. Tak ada pembenaran buat pembunuhan. Tak ada alasan. Itu tidak menguntungkan siapa pun. Itu tentu saja tidak menguntungkan buat perdamaian,” kata Mladenov melalui telekonferensi dari Yerusalem.

“Saya menyeru semua agar bergabung dengan saya dalam mengutuk dengan sekeras-kerasnya tindakan yang telah mengakibatkan hilangnya banyak nyawa di Jalur Gaza,” katanya.

Tak kurang dari 60 orang Palestina, termasuk anak kecil, dilaporkan tewas dan lebih dari 1.300 orang dilaporkan cedera akibat amunisi aktif dan peluru karet. Sementara, hanya seorang tentara Israel yang mengalami cedera.

Banyaknya korban jiwa membuat Senin jadi hari paling berdarah di Jalur Gaza sejak konflik 2014.

“Israel memiliki tanggung-jawab untuk menyesuaikan penggunaan kekuatannya, untuk tidak menggunakan kekuatan mematikan, kecuali sebagai pilihan terakhir berdasarkan ancaman cedera serius atau kematian, yang tak terelakkan.”

Pada kesempatan yang sama, ia mengatakan Hamas yang telah menguasai Jalur Gaza selama lebih dari satu dasawarsa tak boleh menggunakan protes sebagai kedok untuk berusaha memasang bom di pagar perbatasan dan menciptakan provokasi.

“Anggota Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) tak boleh bersembunyi di antara demonstran dan membahayakan nyawa warga sipil,” kata Mladenov.

Pada Senin, sebanyak 35 ribu orang ikut dalam demonstrasi di Jalur Gaza dan ratusan orang di berbagai kota besar di Tepi Barat Sungai Jordan yakni Ramallah, Bethlehem, Al-Khalil (Hebron), Jericho (Ariha), Nablus, dan Yerusalem Timur. Demonstrasi itu sebagai bagian dari “Pawai Akbar Kepulangan serta dalam protes terhadap pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Sejak awal protes pada 30 Maret, lebih dari 100 orang Palestina telah kehilangan nyawa, termasuk 13 anak kecil. Pada Senin, hampir 2.000 orang berpawai di Istanbul, Turki, sehubungan dengan tewasnya puluhan orang Palestina oleh tentara Israel selama demonstrasi massa yang diselenggarakan di Tepi Barat guna menentang pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: