23 Oktober 2018
Home / News / Internasional / Israel dianggap lakukan kejahatan dengan membunuh paramades Palestina

Israel dianggap lakukan kejahatan dengan membunuh paramades Palestina

Razan An-Najjar, paramedis Palestina yang ditembak mati oleh tentara Israel saat menolong pendemo yang terluka.

Kairo (RiauNews.com) – Liga Arab pada Ahad (3/6/2018) mengutuk tindakan tentara Israel yang membunuh seorang petugas paramedis Palestina saat sedang menolong orang yang cedera di Jalur Gaza. Tindakan ini dinilai Liga Arab sebagai babak baru terorisme Israel.

Tentara Israel menembak petugas paramedis yang berusia 21 tahun, Razan An-Najjar, di dekat pagar perbatasan di Jalur Gaza pada Jumat (1/6) lalu, saat wanita itu sedang merawat pemrotes yang cedera di Jalur Gaza. Ribuan orang Palestina memberi penghormatan terakhir kepada relawan muda tersebut dalam pemakaman besar pada Sabtu.



“Kejahatan Israel ini serta perbuatan lain adalah rangkaian baru babak terorisme Israel, yang tidak memberi perlindungan bagi tim medis dan petugas pertolonga, memburu dan membidik wartawan serta menghukum mati mereka dengan cara darah dingin,” kata badan pan-Arab tersebut di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Xinhua, Senin (4/6).

Liga Arab menyatakan Israel bertanggung-jawab atas pembunuhan An-Najjar, dan memperingatkan tentara Israel agar tidak melanjutkan perbuatan brutal semacam itu.

Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa tentara Israel yang ditempatkan di daerah perbatasan pada Jumat menembakkan gas air mata dan peluru aktif ke arah pemrotes, yang mengibarkan bendera Palestina dan melemparkan batu ke arah tentara Yahudi.

Pada Jumat, ratusan pemrotes Palestina berpawai menuju empat tempat di bagian timur Jalur Gaza di dekat perbatasan dengan Israel pada Jumat ke-10 pawai dan protes, yang oleh rakyat Palestina dinamakan “Pawai Akbar Kepulangan dan Pembangkangan terhadap Blokade Israel”.

Pawai itu dimulai pada 30 Maret dan menyerukan hak pengungsi Palestina untuk pulang serta diakhirinya bloakde Israel yang telah diberlakukan atas Jalur sejak musim panas 2007.

Sejak akhir Maret, pasukan Israel menewaskan sedikitnya 120 orang Palestina dan melukai ribuan orang lagi selama protes yang menyerukan hak pengungsi Palestina untuk pulang dan diakhirinya blokade Israel yang diberlakukan atas Jalur Gaza sejak 2007, ketika Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) merebut kekuasaan atas daerah kantung tersebut.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: