14 Desember 2018
Home / News / Bisnis / Ingin patahkan dominasi dolar AS, Cina akan bayar impor minyak dengan Yuan

Ingin patahkan dominasi dolar AS, Cina akan bayar impor minyak dengan Yuan

(Ilustrasi: Dollar AS vs Yuan Cina)

Beijing (RiauNews.com) – Sebagai salah satu negara pengimpor minyak mentah terbesar di dunia dengan tingkat perekonomian cukup tinggi, Cina berencana takkan lagi menggunakan dollar Amerika Serikat (AS) untuk membiayai impor minyak, melainkan dengan mata uang mereka sendiri, Yuan.

Kantor berita Reuters menyebut, informasi tersebut mereka dapatkan dari tiga orang pejabat Cina yang memang mengetahui rencana kebijakan negeri tirai bambu tersebut, pada Jumat (30/3/2018).



Menurut ketiga sumber tersebut, kebijakan ini dilakukan dalam upaya memperkuat posisi Yuan sebagai kurensi internasional. Pengalihan dolar AS ke Yuan untuk transaksi impor minyak ini diprediksi akan berdampak besar, mengingat minyak merupakan komoditas paling banyak dan ramai ditransaksikan di dunia setiap harinya dengan nilai tahunan bisa mencapai USD 14 triliun.

Uji coba pembayaran dengan Yuan ini rencananya akan dilakukan di awal semester dua 2018, ucap dua sumber yang mengetahui.

“Sebagai konsumen minyak terbesar, wajar jika China mendorong penggunaan yuan untuk pembayaran. Ini juga akan membantu likuiditas yuan di pasar global,” kata seorang sumber lagi yang berkepentingan.

Disebutkan oleh CNBC Indonesia, China merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia. Bahkan pada 2017 negara ini melengserkan Amerika Serikat sebagai negara pengimpor minyak terbesar di dunia.

Selama kebijakan ini masih didiskusikan, Beijing kemungkinan akan mencobanya dengan transaksi minyak dari Rusia dan Angola. Apalagi baik Rusia maupun Angola memang memiliki sentimen tersendiri kepada AS dan ingin melemahkan peran dominan dolar.

Rusia dan Angola adalah dua pemasok minyak terbesar ke China, disusul oleh Arab Saudi di peringkat tiga. Jika uji coba dan transaksi ini berhasil, ini bisa memicu ke komoditas lainnya untuk menggunakan yuan sebagai pembayaran termasuk logam dan komoditas tambang lainnya. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: