Kam 24 Rabiul awal 1441 H, 21 November 2019
Home / Nasional / Veronica Koman, pendukung Ahok jadi tersangka Isu Papua

Veronica Koman, pendukung Ahok jadi tersangka Isu Papua

Veronica Koman (kanan) tersangka kasus penyebar hoaks dalam kerusuhan di Papua. (Foto: Tempo.co)

Surabaya (Riaunews.com) – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menetapkan Veronica Koman (VK) sebagai tersangka baru dalam insiden di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan nomor 10, Surabaya, pada 16 Agustus 2019. Veronica dinilai telah menyebarkan informasi yang bersifat provokatif dan tak benar di media sosial Twitter.



“Hasil gelar tadi malam dengan bukti-bukti yang jumlahnya cukup ditambah keterangan saksi-saksi, ada pengembangan yang awalnya VK kami jadikan saksi, kini jadi tersangka,” ujar Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (4/9).

Menurut polisi, pada saat terjadinya insiden di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, tersangka memang tidak ada di lokasi. Namun, yang bersangkutan sangat aktif memprovokasi.

Seperti di salah satu unggahannya ada yang mengajak, memprovokasi, ada seruan mobilisasi aksi ‘monyet’ turun ke jalan di Jayapura. Status itu diunggah pada 18 Agustus 2019.

Kemudian, lanjut Luki, ada juga unggahan yang menyebutkan polisi melancarkan 24 tembakan ke asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Kesemua unggahan tersebut, lanjut Luki, ditulis dalam bahasa Inggris. “Padahal beritanya tidak sesuai dengan aslinya,” ujar Luki.

Tersangka VK juga sangat aktif terlibat dalam aksi-aksi yang melibatkan mahasiswa Papua. Tidak saja pada aksi yang terjadi pada 16 Agustus 2019, tapi juga aksi-aksi sebelumnya. Bahkan, kata Luki, tersangka VK pernah membawa dua jurnalis asing untuk meliput aksi mahasiswa Papua pada Desember 2018.

Bukan kali ini saja Veronica menjadi perbincangan publik. Pada Mei 2017, Veronica yang saat itu mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus berurusan dengan pemerintah lantaran pidatonya pada 2017 silam.

Ucapan Veronica saat menuntut pembebasan Ahok terekam dalam sebuah video yang telah disimpan Kemendagri. “Saya berdiri di sini hari ini untuk membela Ahok karena bahwa ini adalah keadilan yang diinjak-injak. Rezim Jokowi adalah rezim yang lebih parah dari rezim SBY,” ujar Veronika dalam video tersebut.

Mendagri Tjahjo Kumolo meminta klarifikasi langsung ke Veronica ihwal pidatonya tersebut. Tjahjo menilai orasi Veronica bukanlah kritik terhadap pemerintah, tapi merupakan fitnah. Sebab pemerintah tak mengintervensi putusan hakim terhadap Ahok.

“Saya hanya mau minta klarifikasi apa sih maksudnya dia seperti itu. Mungkin karena dia emosional. Kalau dia clear, clear, saya nggak macem-macem. Mengingatkan saja,” kata Tjahjo.***

Komentar